LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Rozy Noval, mengatakan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak berdampak baik bagi masyarakat.
Joko Widodo menurunkan harga BBM tepatnya pada 5 Januari 2016 lalu. Hal ini bisa dikatakan niat baik yang coba ditampakkan oleh pemerintah pusat untuk menyejahterakan masyarakat, kata Rozy Noval dalam siaran persnya kepada Portalsatu.com, Senin, 11 Januari 2016.
Dia menambahkan dampak penurunan BBM tidak seperti yang diharapkan. Fakta di lapangan menunjukkan sejumlah harga penjualan bahan pokok masih sama seperti sebelum kebijakan penurunan harga BBM.
Padahal, kata Rozy, secara logika apabila harga BBM turun maka segala aspek juga akan berpengaruh. Dia mencontohkan seperti harga barang hasil pabrikan, harga sembako dan transportasi yang semua hal itu bergantung pada bahan bakar.
“Dalam hal ini, kita selaku para konsumen jangan juga terlalu menyudutkan dengan menyalahkan para pengusaha jasa ini karena harganya tetap sama. Perlu kita ketahui bersama, setiap orang mempunyai taraf biaya hidupnya masing-masing, sehingga dengan turunnya harga BBM ini tidak berpengaruh terhadap apapun,” katanya.
Menurutnya pengambilan sebuah kebijakan yang bersangkutan dengan kebutuhan publik selalu memunculkan dua sudut pandang yang berbeda. Karenanya para pemangku kepentingan diharapkan bisa menyiapkan langkah taktis setelah menetapkan kebijakan tersebut.
“Salah satunya yaitu dengan cara mengawasi sampai dengan kalangan bawah, kata Rozy.