PAJANGAN lukisan-lukisan dengan latar lampu terlihat unik. Nuasa klasik tampak jelas di setiap ukiran dan lekukan lukisan yang dipamerkan itu. Sepintas seperti lukisan biasa, akan tetapi bila dicermati akan terlihat warna dan nuasa baru dalam lukisan tersebut.
Lukisan tersebut tidak dibuat dengan pensil atau sapuan kuas. Bukan pula hasil rekayasa komputer atau perangkat gawai lainnya. Lukisan yang sedang dipamerkan di Taman Sari Banda Aceh itu terbuat dari tumpukan selotip berwarna kuning.
Di tangan Akbar, selotip yang biasanya digunakan untuk merekatkan dua objek itu berhasil disulap menjadi sebuah karya seni sangat unik. Dengan kreasi gambar dan sapuan pisau, ia menciptakan aneka lukisan dengan hanya berbahan selotip.
“Ya Bang, ini dibuat dari selotip semua,” ucap Akbar ditemui portalsatu.com di salah satu stan piasan seni yang digelar Pemkot Banda Aceh, 30 September 2016.
Akbar yang bernaung di komunitas Selotip Art Keumala ini mengaku belum lama menggeluti dunia seni rupa yang berbahan dasar selotip. Awalnya, pria yang lahir di Bandung ini mengaku sempat melukis dengan asap hitam lilin.
“Kalau yang pakai selotip ini belum lama. Awalnya saya sempat menggambar pakai asap hitam lilin yang dinodai di kaca terus dibentuk,” ucap Akbar sembari memperlihatkan salah satu karyanya melalui ponsel pintar miliknya.
Tak lama kemudian Akbar pun mulai menjelaskan bagaimana caranya melukis dengan selotip. Ia mengatakan selotip kuning tersebut memiliki ciri yang khas yakni akan menghasilkan warna lebih gelap jika ditimpa terus menerus dengan selotip.
“Jadi, kalau mau lebih gelap, kita timpa aja selotipnya. Nah, setelah itu kita potong pakai pisau sampai membentuk gambar,” jelas Akbar.
Proses kerjanya pun terbilang unik. Sang kreator merekatkan plastik putih polos dengan kaca kemudian pelukis mulai merekatkan selotip sedikit demi sedikit sampai menunjukkan pola atau gambar tertentu.
“Kalau untuk contoh biasanya ada foto, tapi foto itu kita lihat saja terus kita coba buat dengan lakban,” kata Akbar.