BANDA ACEH – Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, menyebutkan Badan Kesbangpol dan Satuan Polisi Pamong Praja punya tugas besar untuk menyukseskan Pilkada Aceh yang akan digelar secara serentak pada 15 Februari 2017 mendatang.
“Dua instansi ini adalah mata dan telinganya pemerintah daerah dalam gelaran Pilkada nanti,” ujar Soedarmo, saat membuka Rapat Koordinasi Terbatas Persiapan Akhir Pilkada Serentak Tahun 2017, di Aula Badan Kesbangpol Aceh, Rabu, 8 Februari 2017.
Soedarmo meminta agar dua instansi ini membangun hubungan baik dengan semua penyelenggara pilkada. Kesbangpol dan Satpol PP juga diharapkan bisa belajar pada gelaran Pilkada 2012 lalu. Di mana, segala bentuk kekurangan yang dulu terjadi bisa dihindari dan diperbaiki.
Pilkada Aceh, kata Soedarmo, bukan hanya menjadi amatan secara nasional melainkan juga menjadi perhatian dunia internasional. Apalagi menurutnya Aceh berbeda dengan provinsi lain karena memberlakukan syariat Islam.
“Apa syariat Islam berimplikasi pada kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Aceh? Kalau provinsi Aceh bisa melangsungkan Pilkada secara damai, maka hal itu bisa mencerminkan syariat Islam berjalan dengan baik di Aceh,” kata Soedarmo.
Soedarmo mengatakan secara nasional Indonesia diakui dan masuk dalam rangking 4 terkait pelaksanaan pesta demokrasi. Suksesnya pilkada Aceh tentu juga sangat berpengaruh bagi Indonesia dalam menjaga demokrasi di negeri ini.
“Dunia yakin bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia akan akan berjalan baik.”