BANDA ACEH – Kesbangpol dan Linmas Banda Aceh siang tadi menggelar rapat Komite Intelijen Daerah dan Forum Komunikasi Umat Beragama. Rapat ini dihadiri pihak terkait intelijen dan perwakilan umat beragama di Banda Aceh, Selasa, 15 Maret 2016.

Kepala Kesbangpol dan Linmas Banda Aceh, Tarmizi Yahya, mengatakan, rapat koordinasi ini dilakukan untuk membahas berbagai isu antara lain persoalan bendera, ajaran sesat termasuk perubahan nama baru sejumlah organisasi aliran sesat, penanggulangan LGBT, Pilkada 2017 dan keberadaan LSM/NGO dan warga asing.

Sejumlah informasi penting yang disampaikan berbagai pihak akan dijadikan bahan dasar pertimbangan kebijakan untuk antisipasi dini berbagai kemungkinan yang tidak diharapkan. Unsur intelijen hadir dari BAIS, Kodim, Polresta, Kajari dan Imigrasi.

“Kita dengan segala pihak terkait akan berupaya menciptakan Banda Aceh nyaman,” kata Tarmizi Yahya, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.

Sementara Ketua FKUB Kota Banda Aceh Ramli Rasyid mengatakan tingkat tolerasi umat beragama di Banda Aceh menjadi model di Republik Indonesia. 

“Untuk itu kita minta semua umat beragama menjaga toleransi. Kita tidak boleh terprovokasi untuk melakukan sesuatu yang memecahkan kerukunan antarumat beragama,” kata Ramli Rasyid.

Hadir pada rapat ini perwakilan unsur lima agama yaitu Islam, Hindu, Protestan, Katolik dan Budha.

Lebih lanjut Ramli mengharapkan kepada semua pihak taat hukum dan taat asas menyangkut pembangunan rumah ibadah di kota Banda Aceh.[]