TAKENGON – Marzuki, sopir PMTOH nomor polisi BL 7755 AA, mengaku menemukan pelor berukuran jumbo di bangku bagian kanan bus yang dikendarainya. Posisi penemuan peluru ini tepat di sisi kaca busnya yang pecah.
“Saya tidak tahu apakah diketapel atau ditembak,” kata Marzuki, ketika ditemui portalsatu.com di Terminal Paya Ilang, Aceh Tengah, Kamis, 10 Maret 2016.
Dia mengaku beruntung lantaran posisi bangku sebelah kanan bus tempat ditemukan peluru tersebut tidak ada penumpang.
Marzuki turut mengungkapkan jalur rawan pelemparan bus lintas Sumatera yang berada antara kawasan Stabat-Langkat. Sayangnya pelaku tidak pernah diketahui karena bersembunyi saat beraksi.