JAKARTA – Tiga miliar tahun yang lalu, dua lubang hitam (black hole) menyatu menghasilkan lubang yang lebih besar. Dalam proses penyatuannya terdapat sebuah gelombang masif yang tersusun dari ruang waktu dan kecepatan cahaya.
Gelombang itu akhirnya sampai ke Bumi pada 4 Januari 2017, dan tertangkap oleh alat mahasensitif milik Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO). Ini merupakan yang ketiga kalinya ilmuwan berhasil menangkap gelombang tersebut.
Sebelumnya gelombang serupa juga telah ditemukan ilmuwan yang diumumkan tahun lalu. “Peristiwa ini sangat mirip dengan deteksi pertama kami, namun lubang hitam dua kali lebih jauh,” kata juru bicara LIGO David Shoemaker dikutip dari Wired.
Berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan. gelombang dari penyatuan lubang hitam itu memiliki massa 30 kali dari matahari dibandingkan yang lainnya hanya 20 kali.
LIGO menemukan gelombang gravitasi dengan cara mencari tekanan kecil yang diakibatkannya di Bumi. Mereka mengukur fluktuasi yang sangat kecil ini dengan presisi yang sangat teliti karena bisa mengambil kompresi atau peregangan yang 10.000 kali lebih kecil dari lebar proton.