PARIS – Kepolisian Rusia mulai mendeportasi suporter Rusia terkait keributan dengan suporter Inggris usai pertandingan kedua tim di Stade Velodrome, Marseille, Sabtu (11/6/2016).
Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, mengatakan sejumlah suporter akan dideportasi. Pihak berwenang Perancis telah memverifikasi identitas 29 orang yang diduga terlibat bentrokan akhir pekan lalu.
Alexander Shprygin, kepala suporter Rusia, mengatakan polisi anti huru-hara Prancis telah menghentikan bus yang membawa fans ke Lille.
“Mereka ingin ingin mendeportasi hampir 50 orang termasuk wanita yang tidak terlibat apa pun. Polisi juga telah membuat kesalahan pada tiga hari lalu. Kami berada di dalam sebuah bus di Cannes dan kami diblokir oleh polisi anti huru-hara,” kata Shyprgin kepada Reuters.