LHOKSEUMAWE Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) Marzuki Daham mengatakan, pihaknya akan merekrut 50 karyawan pada tahun ini. Perekrutan melalui seleksi terbuka yang ditangani pihak Unsyiah akan dilakukan setelah BPMA mendapat kepastian dari Kementerian Keuangan soal besaran remunerasi untuk karyawan.
Dihubungi portalsatu.com lewat telpon genggam, Jumat, 3 Februari 2017, malam, Marzuki Daham mengatakan, tahun 2016 ia telah mengusulkan dana untuk kebutuhan operasional BPMA bersumber dari APBN 2017.
Anggarannya sudah kita usulkan. Dari Kementerian ESDM sudah ok, kemudian kita usulkan ke Kementerian Keuangan. Kayaknya akan diturunkan anggarannya di bawah Kementerian ESDM. Yang penting sudah ada anggaran, sehingga nanti kita bisa mulai rekrut (karyawan), ujar Marzuki.
Marzuki menyebut lebih 75 persen anggaran operasional BPMA untuk remunerasi atau pembayaran gaji karyawan. Saat ini, ia masih menunggu penjelasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal besaran dana untuk remunerasi karyawan BPMA. Direncanakan alokasi dana itu akan dibahas pekan depan.
Besarannya ini yang masih perlu menunggu penjelasan Kemenkeu. (Dari pihak) Kementerian ESDM sudah ok. Setelah itu beres, kita mulai rekrut (karyawan), nanti kita umumkan lewat media-media di Aceh. Proses rekrutmen kita percayakan kepada Unsyiah, kata Marzuki.
Ditanya berapa orang yang akan direkrut, Marzuki mengatakan, Paling sedikit, kita coba rekrut 50 orang tahun ini. Rencana kita rekrut yang sudah punya pengalaman sekitar 10 tahun, dan dua sampai lima tahun. Kita juga akomodir beberapa orang dulu yang pengalamannya nol sampai dua tahun.
Namun, ke depan lebih banyak kita rekrut yang pengalamannya nol sampai dua tahun. Anak-anak yang baru lulus S1 (strata satu/sarjana) atau bahkan mungkin yang DIII (diploma tiga), tapi itu bersabar dulu. Kita rekrut yang sudah punya pengalaman dulu, sehingga ke depan yang belum punya pengalaman bisa belajar pada yang sudah berpengalaman, ujar Marzuki.