BANDA ACEH – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Armensyah Thay, mengungkap kronologi penggerebekan tersangka bandar sabu yang berujung pada tertembaknya Brigadir Martono. Peristiwa tersebut berawal dari petugas BNN Aceh yang hendak menangkap sekelompok orang yang diduga sedang pesta sabu di kebun warga Gampong Lamtaduek, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin, 25 Januari 2016.
“Saat itu, kondisi sudah remah-remang, pukul setang tujuh malam,” kata Armensyah Thay kepada wartawan di kantor BNNP Aceh, Selasa, 26 Januari 2016.
Armensyah mengatakan tersangka melakukan perlawanan saat hendak ditangkap sehingga berbuntut tertembaknya seorang petugas. “Pas mau diborgol, (pelaku) lepas dari pegangan tangan petugas. Senjata meletus dan mengenai kaki petugas (Brigadir Martono-red),” katanya.
Menurut Armensyah, Brigadir Martono yang tertembak juga sempat melepaskan tembakan sehingga mengenai kaki kanan tersangka bandar narkoba. Namun tersangka berhasil kabur.