TERKINI
TAK BERKATEGORI

Kepala BNN Aceh: Pas Mau Diborgol, Pelaku Lepas dari Tangan Petugas

BANDA ACEH - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Armensyah Thay, mengungkap kronologi penggerebekan tersangka bandar sabu yang berujung pada tertembaknya Brigadir Martono. Peristiwa…

THAYEB LOH ANGEN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 839×

BANDA ACEH – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Armensyah Thay, mengungkap kronologi penggerebekan tersangka bandar sabu yang berujung pada tertembaknya Brigadir Martono. Peristiwa tersebut berawal dari petugas BNN Aceh yang hendak menangkap sekelompok orang yang diduga sedang pesta sabu di kebun warga Gampong Lamtaduek, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin, 25 Januari 2016.

“Saat itu, kondisi sudah remah-remang, pukul setang tujuh malam,” kata Armensyah Thay kepada wartawan di kantor BNNP Aceh, Selasa, 26 Januari 2016.

Armensyah mengatakan tersangka melakukan perlawanan saat hendak ditangkap sehingga berbuntut tertembaknya seorang petugas. “Pas mau diborgol, (pelaku) lepas dari pegangan tangan petugas. Senjata meletus dan mengenai kaki petugas (Brigadir Martono-red),” katanya.

Menurut Armensyah, Brigadir Martono yang tertembak juga sempat melepaskan tembakan sehingga mengenai kaki kanan tersangka bandar narkoba. Namun tersangka berhasil kabur.

Petugas BNN juga berhasil menangkap salah satu tersangka yang kemudian berteriak meminta tolong kepada rekannya. Menurut Armensyah, petugas BNN juga melepaskan dua kali tembakan ke udara saat penggerebekan tersebut.

“Ini dilakukan supaya warga di desa tersebut tidak keluar rumah saat operasi itu berjalan,” katanya.

BNNP Aceh telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh dan jajarannya untuk mengejar tersangka yang berhasil kabur. Sementara barang bukti yang berhasil disita dalam penggerebekan tersebut adalah sabu seberat 4,3 gram dan alat isap sabu.[](bna)

THAYEB LOH ANGEN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar