BANDA ACEH Pakar Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Nazaruddin A. Wahid mengkhawatirkan angka kemiskinan di Aceh yang terus meningkat. Menurutnya, jika hal ini terus terjadi maka akan membahayakan perekonomian Aceh khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang dicanangkan pada 2016.
Jika angka kemiskinan meningkat maka pendapatan negara menurun dan itu artinya pertumbuhan ekonomi melemah, katanya saat dihubungi portalsatu.com melalui sambungan telepon seluler, Selasa, 5 Januari 2016.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry ini mengatakan, jika keadaan seperti ini terus berlanjut maka ekonomi Aceh dalam keadaan bahaya khususnya dalam menghadapi pasar bebas MEA.
Pemerintah harus segera mengambil sikap, jika tidak keadaannya akan semakin parah, ujarnya.
Nazaruddin meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan yang bisa mengembangkan soft skill bagi rakyat. Karena, menurut dia, hal itu tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Pertumbuhan ekonomi kelas menengah ke bawah juga harus dibangkitkan.
Skill itu sangat perlu. Tak hanya itu, pemerintah harus menggalakkan yang namanya sentra ekonomi berbasis rakyat, kata dia.[](tyb)
Tinggalkan Balasan