SABANG – Kolam pemandian air panas alami dengan aroma khas belerang yang berada di Gampong Jaboi, Kecamatan Suka Jaya, Sabang, kembali ramai dikunjungi wisatawan. Kolam berukuran 8×10 meter dan memiliki kedalaman berkisar antara 120 hingga 150 centimeter itu sebelumnya sempat terlantar selama tujuh tahun.
Pembangunan kolam ini (dilakukan) pada 2009. Namun terbengkalai. Secara kebetulan Jaboi dapat program PLPBK Rp1 miliar (tahun) 2015 melalui P2KP, dalam musyawarah kami sepakat untuk pengembangan pariwisata Jaboi dan untuk kolam kami anggarkan Rp160 juta, ujar Geuchik Desa Jaboi Muzakir, Rabu, 17 Februari 2016.
Dia mengatakan pemanfaatan kembali kolam yang tak berfungsi selama tujuh tahun ini muncul dalam musyawarah Desa Jaboi. Awalnya, kolam ini tidak berfungsi lantaran kolam lebih tinggi dari sumber air. Mereka kemudian menggunakan alat bantu pipa penghantar panas, yang dihubungkan langsung dari sumber air panas ke kolam dengan jarak 400 meter.
Kami mencari di mana sumber air panas yang lebih tinggi untuk bisa kita alirkan ke kolam. Dapatlah di jarak 400 meter. Secara gravitasi, alhamdulillah dari jarak 400 meter itu air bisa masuk ke kolam, katanya.
Kolam pemandian air panas ini tidak hanya dipergunakan pada pagi dan petang saja. Masyarakat sekitar bahkan ikut berendam pada malam harinya di tempat tersebut.
Kalau orang yang datang tak kenal waktu, malam pun ada. Nanti kita buat juga kolam untuk pemandian anak- anak. Kita buat penginapan dan kantin sederhana atas nama gampong di sini, kata Muzakir.[](bna)