BANDA ACEH – Dewan Kesenian Aceh (DKA) bersama Disbudpar Provinsi Aceh kembali menyelenggarakan Kemah Seniman Aceh (KSA) pada tanggal 14 – 16 April 2017 di Halaman UPTD Komplek Taman Seni dan Budaya Aceh, Kota Banda Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi, mengatakan, Kemah Seniman Aceh kali ini merupakan event rutin yang dilaksanakan 2 tahun sekali dan penyelenggaraan di tahun 2017 ini merupakan ke-5 kalinya setelah KSA ke-4 pada tahun 2014 lalu di Jantho Aceh Besar.
“Terpilihnya kembali Kota Banda Aceh sebagai tempat penyelenggaraan KSA ke 5 ini disamping faktor fasilitas pendukung kegiatan cukup memadai, Kota Banda Aceh juga merupakan ibu kota provinsi Aceh dengan posisi letaknya sangat sentral dan relatif mudah dijangkau peserta dari Kabupaten/Kota se-Aceh dan juga peserta tamu dari provinsi lain,” kata Reza.
Selain itu, katanya, ditetapkan komplek UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh sebagai tempat kosentrasi penyelenggaraan Kemah Seniman ke-5 ini dalam rangka meng-aktifasi kembali Taman Budaya Aceh sebagai pusat Laboratarium dan Estalase seni budaya di Aceh.
“Kemah Seniman Aceh ke-5 kali ini mengambil tema Membangun Mutu Seni Aceh Menuju Visi Indonesia Raya melibatkan peserta dari perwakilan seniman berbagai cabang seni se Aceh, perwakilan pengurus DKA dari 23 kabupaten/kotadi provinsi Aceh, Seniman Person dari dalam dan luar daerah, Budayawan, sanggar/grub seni, Pelajar, LSM terkaitdan lain-lain,” katanya.
Kata Reza, materi acara Kemah Seniman Aceh ke-5, antara lain, yaitu Dialog Budaya, Seminar, Duek Pakat Seniman Aceh, Rapat Koordinasi Dewan Kesenian Seluruh Indonesia, Workshop
Krya, membuat Geulayang Aceh (untuk pelajar SMP /sederajat), Sastra (pelatihan, cipta dan baca puisi untuk pelajar SMU), Pelatihan Didong Massal (untuk peserta kemah seniman), Pameran Lukisan Karya Seniman se-Aceh, Pentas Pertunjukan 2 Dimensi Tunang Warna”, Pertunjukan alam Aktraksi Didong Massal oleh peserta Kemah Seniman bersama grub Didong Aceh Tengah, dan lain-lain.
Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap event Kemah Seniman ke-5 ini. Reza mengharapkan event ini akan dapat memperkuat ukuwah serta kebersamaan antara seniman daerah dan nasional serta dapat melahirkan kesepakatan-kesepakatan yang dapat menguatkan keberadaan dunia kesenian di indonesia serta dunia kesenian di Aceh khususnya.
Lebih lanjut Reza Pahlevi mengatakan anjang rutin 2 tahunan kemah seniman ini diharapkan nantinya menjadi salah satu event seni budaya di Aceh yang memiliki daya tarik yang bisa di ikuti serta dikunjungi oleh banyak daerah di Indonesia serta bila memungkinkan dari luar negeri.
Dengan demikian event seni budaya Aceh sebagai salah satu daya tarik destinasi wisata Aceh akan cepat bisa terwujud.