XINMO – Desa Xinmo di Provinsi Sichuan, China, hilang tertimbun tanah longsor pada Sabtu 24 Juni 2017 pagi waktu setempat. Sebanyak 15 orang tewas dan ratusan lainnya dinyatakan hilang dalam insiden tanah longsor tersebut.

Meski demikian, tim SAR sempat menyelamatkan tiga orang dari insiden tersebut. Ketiganya adalah sepasang suami istri dan bayinya yang baru berusia 38 hari. Ajaibnya, ketiga korban tersebut hanya mengalami luka ringan. Keluarga tersebut selamat dari maut karena tangisan sang bayi.

Seperti dimuat Shanghaiist, Selasa (27/6/2017), Xiao Yanchun terbangun sekira pukul 06.00 waktu setempat karena tangisan kencang sang anak. Setelah mengganti popoknya, ibu berusia 26 tahun itu segera kembali ke kasur untuk melanjutkan tidurnya.

Namun, ia tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang aneh dari kejauhan dan merasa tanah yang dipijaknya mulai bergetar. Tak berapa lama, bebatuan dan lumpur mulai menghantam rumah keluarga kecil tersebut.

Xiao Yanchun segera meraih anaknya dan mulai berlari, diikuti sang suami Qiao Dashuai dari belakang. Di tengah arus batu yang ganas, mereka mendaki ke tempat yang lebih aman sementara Desa Xinmo sudah hilang di balik timbunan tanah serta bebatuan.

Ketiganya lalu ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR dan dilarikan ke rumah sakit beberapa jam kemudian. Sang bayi sempat menelan beberapa kerikil sehingga isi perutnya harus dipompa keluar. Namun, ketiganya sekarang dilaporkan dalam kondisi yang stabil.

Sejauh ini, keluarga kecil tersebut dinyatakan sebagai korban selamat dari insiden itu. Kedua orangtua Xiao, nenek, dan putrinya yang berusia dua tahun masih belum dapat ditemukan bersama dengan lebih dari 100 penduduk desa lainnya.

“Saya hanya menderita luka ringan. Secara fisik, saya baik-baik saja. Tetapi secara mental, sangat sulit. Seluruh desa tertimbun, bersama dengan puluhan keluarga,” tutur Qiao Dashuai, sebagaimana dilaporkan media-media setempat.[]Sumber:okezone