TERKINI
TAK BERKATEGORI

Kata Sosiolog Soal Pemahaman Gender di Perdesaan dan Perkotaan Aceh

LHOKSEUMAWE -  Sosiolog Politik Unimal Dr. Nirzalin menyebut hingga saat ini persoalan keseteraan gender belum dapat dicerna dengan baik di perdesaan. Kondisi sebaliknya tampak di…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 517×

LHOKSEUMAWE –  Sosiolog Politik Unimal Dr. Nirzalin menyebut hingga saat ini persoalan keseteraan gender belum dapat dicerna dengan baik di perdesaan. Kondisi sebaliknya tampak di perkotaan, hanya saja perempuan dituntut meningkatkan kompetensinya.

“Saya lihat, kalau kita kaitkan permasalahan gender di kalangan (masyarakat) perdesaan, pastinya belum dapat dicerna dengan baik. Sebab, dominasi para teungku meunasah masih memberikan pemahaman bahwa gender tidak boleh. Nah, dengan masih kuatnya agamais di perdesaan, pastinya masyarakat pun mengikuti pendapat para teungku tersebut, dan peluang perempuan dalam pesta demokrasi pun pastinya sangat sedikit,” kata Nirzalin.

Nirzalin menyampaikan pandangannya itu dalam diskusi bertemakan ‘Pilkada Aceh 2017 dalam Perspektif Gender’, diadakan LPPM Unimal, di Lhokseumawe, Sabtu, 10 September 2016.

Kondisi sebaliknya, kata Nirzalin, jika melihat di wilayah perkotaan, yang saat ini pemahaman gender sudah dapat dicerna dengan baik.

“Saya lihat, kalau di perkotaan sudah tidak ada masalah lagi. Namun, di wilayah ini hanya saja sekarang dituntut kepada perempuan bagaimana tingkat kompetensinya, bukan lagi melihat peluang bisa atau tidaknya dalam bersaing,” ujar Nirzalin.

Menurut Nirzalin, terlepas dari itu semua, pastinya diskriminasi terhadap perempuan saat ini sudah sangat kecil. Hanya saja, kata dia, kompetensi ataupun ketokohan dari perempuan tersebut harus muncul. Sehingga, lanjut dia, jikapun nantinya ingin ikut dalam pesta demokrasi, para elite partai politik tidak sungkan-sungkan untuk mengajak perempuan.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar