BANDA ACEH - Penulis skenario dari Jakarta, Swastika, mengaku senang bisa menjadi juri untuk menilai film pendek karya siswa Aceh bertema "Teroris dan Radikalisme" yang…
BANDA ACEH – Penulis skenario dari Jakarta, Swastika, mengaku senang bisa menjadi juri untuk menilai film pendek karya siswa Aceh bertema “Teroris dan Radikalisme” yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berkerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh, Kamis, 14 Juli 2016.
“Kita jadi faham cara pandang generasi muda Aceh soal teroris dan radikalisme. Ide-ide yang mereka ciptakan sangat bagus-bagus, sangat melekat dengan Aceh,” kata Swastika.
Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menilai, para siswa cukup memahami kebiasaan lokalnya yang memang beragam.
“Kita tidak melihat teknis atau mutu, tapi penting kita cermati karya-karya mereka yang memahami persoalan. Inilah cara kita melihat cara pandang anak-anak muda sesungguhnya,” kata Swastika.
Swastika juga mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi gagasan perlombaan film pendek tentang teroris dan radikalisme yang dibuat siswa-siswa sekolah menengah se-Indonesia.
Swastika merupakan penulis skenario film yang terkenal dengan pendekatan cerita “motivasi”. Beberapa skenario yang telah dibuat antara lain film Romeo dan Juliet, Hari Ini Pasti Menang, Garuda 19, Cahaya Dari Timur “Beta Maluku”, dan 3 Srikandi. Sementara untuk jenis dokumenter Swastika mengaku sudah membuat cukup banyak film.[](ihn)