BANDA ACEH Pengamat politik Unsyiah Dr. Effendi Hasan, M.A., menilai pelaksanaan pesta demokrasi di Aceh rentan terjadinya masalah seperti pilkada lalu.
Terjadinya kekerasan dan intimidasi, maraknya politik uang, tidak netralnya penyelenggara, dan adanya intervensi terhadap hasil pilkada, ujar Effendi Hasan saat tampil sebagai pemateri seminar publik digelar Prodi Ilmu Politik bekerja sama dengan KIP Kota Banda Aceh di Aula FISIP Unsyiah, Jumat, 11 November 2016.
Dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com, seminar publik itu mengangkat tema, Mahasiswa Cerdas Berdemokrasi: Peran Kampus dan Partisipasi Aktif pada Pilkada Aceh 2017.
Menurut Effendi Hasan, kampus dan mahasiswa harus melakukan upaya-upaya seperti mendorong elite agar memberi pencerdasan politik, adanya penegakan hukum yang tegas, penyelenggaraan pilkada yang profesional dan independen serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Effendi menyebut akademisi tidak hanya sekadar berteori, akan tetapi harus bisa merelevansikan teori yang dipelajari tersebut untuk dipraktikkan secara empiris. Karena ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang juga merupakan bagian dari fungsi akademisi yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seperti pencerdasan pemilih dengan membedah visi misi calon baik calon gubernur maupun bupati/wali kota, katanya.