BANDA ACEH – Merayakan tahun baru di dalam negeri, tentu sudah biasa dengan kemeriahan yang terjadi. Tapi bangaimana jika Anda merayakan tahun baru di luar negeri, dan tempat tersebut salah satu negara yang berada di Benua Biru, yakni Kroasia?
“Di sini perayaan tahun beru seru. Banyak sekali petasan, suaranya besar dan (kita bisa) terkejut,” kata Erna Safriana, mahasiswi asal Aceh, di kota Zagreb, Kroasia, Kamis, 31 Desember 2015, saat berbincang dengan portalsatu.com, melalui Facebook.
Erna mengatakan, kota tampak indah dengan keindahan lampu hias yangg dipasang sepanjang jalan. Kemeriahan tahun baru di sini, durasinya lumayan cukup lama, yaitu dimulai 1 Desember 2015 hingga hari H tahun baru (2016).
Dikatakannya, kemeriahan perayaan tahun kian bertambah, karena ada bazar natal dan tahun baru yang digeler. Pada bazar tersebut, menjual berbagai macam makanan khas negara, serta ada juga pertujukan seni yang menarik yang disuguhkan tiap malamnya. “Namun tahun baru enggak kalah seru,” sebutnya.
Perayaan tak hanya digelar di luar gedung, namun ada juga yang digelar di dalam gedung. tapi menggunakan gedung yang besar dan unik. Zagreb, sambung Erna, adalah kota yang paling bagus se-Eropa merayakan tahun baru setelah kota Sarajevo. Tapi yang paling penting di Zagreb adalah peayaan natal.
Namun, hingar bingar kemeriahan tahun baru tak terasa di Kota Banda Aceh. Ini dikarenakan imbauan pemerintah kota Banda Aceh, sesuai dengan surat edaran 0033/01966, mengenai larangan merayakan tahun baru 2016. Bahkan, pemilik usaha pusat perbelanjaan, pengusaha kuliner, (restoran, caffe, warung kopi, dan sejenisnya) ditutup dari pukul 23:00 malam smapai pagi harinya.
Mengenai larangan itu, Erna sangat setuju, meski ia tidak merasakan dampak dari himbauan tersebut. Menurutnya, perayaan tahun baru (hanya) menghabiskan uang semata. “Kalu orng Eropa wajar, orang kaya. Sebenarnya tahun baru itu maknanya besar, namun bukan untuk dirayakn seperti di Eropa,” tukasnya.
Ia mengatakan, Aceh lebih baik membuat zikir, seminar atau lainnya, dari pada menghabisinkan anggaran untuk merayakan kegiatan yang tidak berbobiot dan berguna.[]