BANDA ACEH – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Sayed Fuadi menilai tidak menutup kemungkinan bakal hadir konflik sosial politik yang semakin besar jika gugatan terhadap UUPA dikabulkan.

“Kalau ada perubahan dan peralihan seperti ini otomatis adanya rasa kekecewaan terhadap internal Aceh sendiri,” kata Sayed saat dihubungi portalsatu.com via seluler, Minggu, 8 November 2015, terkait gugatan elemen sipil terhadap pasal 205 UUPA ke Mahkamah Konstitusi.

Jika diamati sekarang, kata dia, Aceh sedang sibuk memperjuangkan kewenangan khusus. Namun, kini muncul masalah baru lagi seperti gugatan Pasal 205 UUPA oleh elemen sipil.

“Ketika ada polemik seperti ini akan melahirkan hal yang baru lagi. Seharusnya tidak muncul gugatan ini, karena otomatis akan berefek pada yang lain, terlebih terkait pengangkatan Kapolda Aceh oleh Kapolri yang harus disetujui Gubenur Aceh,” katanya.

Sayed mengkhawatirkan gugatan terhadap UUPA akan berefek lebih besar lagi ke depan yang berpotensi merusak perdamaian Aceh.

“Ada kecurigaan bahwa di balik gugatan tersebut ada orang-orang tertentu yang tidak menginginkan Aceh menjadi lebih baik ke depan, dan memanfaatkan kesempatan ini bagi mereka yang tidak ingin melihat Aceh damai,” ujarnya.[]