BANDA ACEH – Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Rahmadi, mengungkapkan, pihak mereka sejak awal sudah merespon secara positif terkait kasus pelecehan seksual yang dialami pasien pascaoperasi. Pihak rumah sakit plat merah ini juga sudah mengonfirmasi keluarga korban dan menelusuri kejadian pelecehan seksual tersebut.
“Selain itu, direksi juga sudah memanggil rekanan perusahaan penyedia cleaning service dan memfasilitasi pertemuan antara pihak keluarga korban, pelaku dan perusahaan,” ungkap Rahmadi saat dikonfirmasi wartawan via telpon genggam, Sabtu, 14 Oktober 2017 malam.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi pelecehan seksual terhadap seorang remaja berusia 17 tahun di rumah sakit Zainal Abidin. Berdasarkan penelusuran pihak keluarga korban, tersangka pelaku diduga oknum petugas kebersihan berinisial SR, 19 tahun. Tindakan asusila ini dilakukan tersangka di ruang steril RSUDZA pasca pasien menjalani operasi.
Sepengetahuan Rahmadi pihak keluarga korban sudah sepakat dengan penyedia jasa petugas kebersihan serta tersangka untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Pihak rumah sakit juga telah meminta perusahaan ini untuk bertanggungjawab mengenai kasus itu.
“Kita juga fasilitasi si korban untuk ditangani psikolog jika butuh konsultasi. Secara administrasi, kita juga sudah menegur pihak perusahaan. Selain itu, kita juga berikan teguran kepada staf kita yang berada di ruangan,” ungkap Rahmadi.
Rahmadi menjelaskan ruang steril merupakan ruangan untuk menunggu pasien siuman usai menjalani pembedahan, sebelum dibawa kembali ke ruangan. Di ruangan ini memang ada petugas yang bertugas menjaga pasien. Namun saat kejadian, pendamping pasien sedang pergi ke kamar kecil.