TAKENGON - Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah kembali menegaskan dirinya akan maju pada pilkada 2017 melalui jalur independen. Doto Zaini berjanji dalam waktu dekat ini…
TAKENGON – Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah kembali menegaskan dirinya akan maju pada pilkada 2017 melalui jalur independen. Doto Zaini berjanji dalam waktu dekat ini akan mengumumkan sosok wakil yang akan mendampinginya.
Disinggung soal isu yang beredar bahwa Ir. H. Nasaruddin, M.M., Bupati Aceh Tengah saat ini, akan menjadi pendampingnya, Zaini tidak menjawab secara tegas.
“Kita lihat dulu, nanti akan kita deklarasikan,” kata Zaini kepada wartawan usai menghadiri acara pengajian Badan Kontak Mejelis Taklim (BKMT) se-Aceh Tengah di Lapangan Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Selasa, 17 Mei 2016.
Di lokasi penyelenggaraan acara itu juga terpampang sejumlah spanduk dukungan terhadap Zaini yang akan maju pada pilkada 2017. Hadir dalam acara itu sejumlah kepala SKPA dan SKPK Aceh Tengah, selain peserta pengajian dari kaum adam dan hawa.
Pengajian
Sebelumnya, Zaini dalam pidatonya juga meminta restu kepada masyarakat karena ia akan maju kembali sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada pilkada 2017.
Zaini juga meminta agar majelis taklim yang telah berlangsung di Aceh Tengah dapat diperkuat untuk keberlangsungan BKMT di masa mendatang.
Gubernur Zaini ikut menerangkan sejarah BKMT di Aceh dan Indonesia secara umum. BKMT, kata Zaini, berdiri pada 1 Januari 1981 dengan 732 majelis taklim. BKMT sebut Zaini telah tersebar di setiap provinsi di Indonesia dengan jumlah peserta capai 15 juta jiwa. “Mari kita galakkan pengajian agar kehidupan kita terarah ke jalan yang lurus,” kata Zaini.
Disebutkan, pengajian juga dinilai lebih penting bagi kaum remaja. Pembelajaran bagi remaja, menurut Zaini, akan mampu mencegah perilaku pelanggaran, baik secara hokum agama maupun aturan negara.
“Aceh ini sangat komplek sudah terjadi, narkoba merajalela, kekerasan seksual dan rumah tangga, belum lagi aliran sesat yang marak berkembang. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Maka dengan pengajian ini kita harapkan itu dapat teratasi,” ujar Zaini.
Gubernur Zaini juga menyinggung bahwa Agustus 2016 ini Bank Aceh dari konvensional akan menjadi bank syariah. “Ini semua kita lakukan sesuai visi misi Pemerintah Aceh sekarang yakni dinul Islam. Semua aspek kita genjot, baik penegakan syariat Islam maupun aspek lainnya,” katanya.[]