JAKARTA – Pekan ini, publik dibuat kaget dengan penggerebekan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Arzetty Bilbina di Hotel Arjuna, Malang, oleh sejumlah anggota TNI. Di hotel itu, Arzetty dikabarkan sedang bersama Dandim Sidoarjo, Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya.
Penggerebekan itu terjadi pada Minggu 25 Oktober sore lalu. Terkait penggerebekan itu, Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya dibawa ke Denpom V/3 Brawijaya, Kota Malang untuk di dalami keterangannya soal pertemuannya dengan Arzetty.
“Peristiwa benar, ada peristiwa itu, tetapi penjelasannya sementara (pertemuan) dalam rangka kedinasan. Sekarang sedang diproses dari pengakuan yang bersangkutan,” terang Kadispenad TNI Brigjen MS Fadhilah.
Tak cuma TNI, pihak hotel juga membenarkan. Tapi pihak hotel mengaku tidak tahu persis kejadian itu karena penggerebekan terjadi begitu cepat.
Meski pihak TNI dan hotel sudah membenarkan soal penggerebekan yang dilakukan anggota TNI di Hotel Arjuna, Arzetty mulanya membantah. “Ini aku lagi sama suami. Alhamdulilah, kami berdua baik-baik saja. (iya) gaklah (tidak benar) itu,” kata Arzetti seperti dilansir merdeka.com, Senin (26/10).
Walau Arzetty sudah membantah, bermacam spekulasi bermunculan soal penggerebekan wanita tinggi semampai itu dan Dandim Rizeki. Apalagi lokasi penggerebekan terjadi di hotel kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 325 ribu per malam untuk kelas VIP.
Setelah sempat menghilang, Rabu kemarin Arzetty yang mengenakan baju pink muda, celana panjang putih dan jilbab motif kembang, muncul di Restorsan Pulau Dua, Senayan. Dia ingin mengklarifikasi soal berita penggerebekan yang dianggapnya terlalu berlebihan.
Meski keterangannya agak janggal dengan penjelasan pihak TNI dan hotel, Arzetty coba meluruskan bahwa saat itu tak ada penggerebekan. Bahkan dia mengaku tak berada di dalam kamar melainkan di teras kamar.
“Orang kita lagi duduk, 25 menit kemudian Mas Didit (suami) datang dan jemput saya. Ini kan kita juga diteras,” kata Arzetty saat konferensi pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10).
Dia juga menolak kejadian itu disebut sebagai penggerebekan. Sebab selama ini, kata dia, penggerebekan identik dengan perbuatan negatif.
“Penggerebekan kok rasanya gimana gitu ya. Tapi gak apa-apa saya hargai itu. Apa yang mau digerebek? Kecuali ada kondisi yang nggak lazim apa minuman atau serbuk baru wajar,” jelasnya.
Dia pun menjelaskan, pertemuan itu tak membicarakan hal spesial. Hanya urusan proposal dana yang akan disalurkan di Daerah pemilihannya di Sidoarjo, Jawa Timur.
“Saya bicara program. Kita butuhkan tim untuk lakukan gerakan secara nyata. Tidak ada kamuflase. Takutnya program-program itu tak disalurkan dengan baik. Beliau tak bicara anggaran. Beliau tak kenal siapapun. Membantu dengan perpanjangan tangannya agar program bisa diterima oleh dapil Sidoarjo,” paparnya.
“18 Kecamatan yang harus saya sentuh. Penyerapan harus baik dan betul-betul nyata, tidak ada kamuflase,” tandasnya.
Soal komunikasi yang dia jalin dengan Dandim, Arsetty beralasan karena Letkol Rizeki punya hubungan keluarga dengan suaminya Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit.