LANGSA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Langsa, Yudi Ferdiansyah Putra, S. STP., M. SP., membantah anggotanya menyerang dan merusak kantor Dinas Syariat Islam setempat.

Yudi Ferdiansyah menjelaskan, anggotanya hanya datang untuk mendiskusikan terkait apa yang telah disampaikan oleh Kadis Syariat Islam (SI), beberapa hari lalu di media, menyangkut dugaan keterlibatan oknum Satpol PP dan oknum aparat yang mem-backingi 'wanita malam' di Lapangan Kiban Kompi-B.

“Anggota saya datang hanya ingin memperjelas siapa oknum dari anggota Satpol PP dan oknum aparat yang terlibat dalam kasus itu,” ujar Yudi saat dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 23 Februari 2016.

Yudi menyebut pihaknya tidak terlibat seperti dituduhkan oleh Kadis SI Langsa. “Karena sejauh ini pun kami juga bersama DSI dan WH Kota Langsa turut menertibkan tempat-tempat yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam, dan bila ada sejumlah razia anggota kami juga turut serta bersama mereka,” katanya.

“Oleh karenanya, saya  sampaikan sekali lagi, tidak benar anggota saya merusak kantor Syariat Islam. Kami memiliki video kejadian tadi bahwa tidak ada pengrusakan di sana,” ujar Yudi lagi.

Yudi menjelaskan, setelah mendapat kabar anggotanya datang ke Dinas Syariat Islam (DSI), ia kemudian langsung turun ke sana. “Kedatangan saya untuk menenangkan anggota supaya tidak bersikap anarkis, karena saya mendapat kabar Pak Ibrahim Latif menolak anggota (Satpol PP) yang hendak memperjelas siapa oknum yang terlibat itu,” kata Yudi Ferdiansyah.

Menurut Yudi, saat penggerebekan pada malam Minggu lalu dan berhasil menangkap 'wanita malam', itu berdasarkan informasi dari anggota Satpol PP yang berpakaian preman di lokasi.  “Baru kemudian anggota WH bergerak ke tempat yang sudah ditarget tadi (Lapangan Kiban/belakang pendopo wali kota),” ujarnya.

“Tapi malah kami yang dituduh oleh Kadis Syariat Islam yang mem-backingi para pekerja seks komersial,” kata Kasatpol PP Langsa ini.[] (idg)