Aceh Utara – Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara, Tengku Ismail Insya menyebutkan nelayan tetap melaut meski kabut asap kiriman dari sebagian wilayah di Sumatera masih menyelimuti kawasan ini.

Ismail Insya kepada portalsatu.com, Senin, 19 Oktober 2015, mengatakan kabut asap masih tampak di seluruh perairan Aceh Utara. Menurutnya, jarak pandang hanya sekitar 500 meter sehingga para nelayan terpaksa menggunakan peralatan satelit maupun GPS.

Dia menambahkan, meskipun menggunakan peralatan itu, hasil tangkapan nelayan tetap berkurang. Hal ini disebabkan jarak tempuh mereka hanya 10 hingga 15 mil  dimana pada posisi tersebut sulit untuk menentukan lokasi kumpulan ikan. Biasanya jarak tempuh sampai 25 mil dan kumpulan ikan dapat diketahui.

“Walaupun kabut asap  masih menyelimuti, mereka tetap nekat melaut karena untuk kebutuhan ekonomi keluarganya. Saat ini musim tongkol, dencis dan tuna, namun akibat kabut asap, hasil tangkapan menurun dratis” ujar Panglima Laot Ismail.

Tak hanya terganggu jarak pandang, Ismail menjelaskan, dampak lain yang dirasakan nelayan adalah mata menjadi perih serta sulit bernapas. “Apalagi yang memiliki riwayat sakit pada saluran pernafasan,” katanya.[]