TAPAKTUAN – PT Tri Nusa Energy memfasilitasi pemulangan jenazah Syarif Basarah dan Testa Muhammad Abduh, tim survey geologi PLTA Kluet 1 PT Tri Nusa Energy yang meninggal dunia akibat terseret arus sungai Alue Buloh, Meukek, Aceh Selatan. Kedua jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat.
Syarif Basarah kelahiran 23 Oktober 1973. Berasal dari Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Syarif Basarah merupakan korban pertama yang berhasil ditemukan oleh masyarakat Desa Jambo Papeun yakni pada Sabtu, 31 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 WIB.
Sedangkan Testa Muhammad Abduh, kelahiran 29 Agustus 1992 pekerjaan mahasiswa beralamat di Desa Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Korban kedua ini berhasil ditemukan warga Desa Jambo Papeun pada Sabtu 31 Desember 2016 sekitar pukul 17.30 WIB di muara sungai Alue Buloh yang berjarak dengan korban pertama sekitar 25 hingga 30 meter.
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Meukek, Ipda Junaidi Minggu, 1 Januari 2017 malam, membenarkan bahwa kedua korban terseret arus sungai Alue Buloh puncak gunung Desa Jambo Papeun yang telah berhasil ditemukan oleh tim pencari telah dibawa pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Benar, pada Minggu 1 Januari 2017 sekitar pukul 10.00 WIB kedua jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga, selanjutnya dengan difasilitasi pihak PT Tri Nusa Energy kedua jenazah tersebut dibawa pulang ke kampung halamannya masing-masing, kata Ipda Junaidi.
Sebelum kedua jenazah tersebut diserahkan kepada pihak keluarga, kata Ipda Junaidi, pihak RSUD Yulidin Away Tapaktuan bersama pihak keluarga korban serta pihak perusahaan terlebih dulu juga telah melakukan fardhu kifayah di ruang kamar mayat RSUD Yulidin Away Tapaktuan.
Dia menjelaskan, penyebab kedua jenazah tersebut baru bisa dibawa ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan pada Minggu 1 Januari 2017 pagi, disebabkan karena jenazah korban kedua atas nama Testa Muhammad Abduh yang ditemukan Sabtu 31 Desember 2016 sekitar pukul 17.30 WIB baru berhasil dievakuasi ke perkampungan penduduk Desa Jambo Papeun pada Minggu, 1 Januari 2017 sekitar pukul 01.30 WIB dinihari.