WAKTU mulai menunjukkan pukul 16.00 WIB. Matahari pun mulai bergerak turun perlahan menuju tempat peraduannya. Lalu lintas jalanan semakin padat terutama saat weekend (akhir pekan). Terlihat beberapa orang tersebar acak di pinggiran bongkahan batu yang telah tersusun rapi membentuk tebing jalan.
Ya benar, inilah sekilas gambaran tentang jembatan yang terletak di Gampong Alue Deah Teungoh, lokasi baru yang mendadak hits (heboh) di Kota Banda Aceh. Lokasinya yang strategis terletak persis berdampingan dengan tempat berlabuhnya KMP BRR dan KMP Tanjung Burang yang baru tiba dari Pelabuhan Balohan Sabang membuat tempat ini relatif mudah dijangkau warga yang berkediaman tak jauh dari pusat kota.
Bangunan beton yang ditopang tiga rangkaian tiang penyangga utama menjadikan jembatan ini terlihat gagah. Jembatan yang diresmikan pada 2015 silam tersebut kini tiba-tiba saja menjelma menjadi lokasi wisata baru untuk melepas penat, terlebih di akhir pekan.
Paket bangunan yang telah menelan anggaran triliunan Rupiah ini mulai menunjukkan manfaat nyata, di samping sebagai sarana transportasi yang menghubungkan antara Ulee Lheue dengan Gampong Pande (Jawa). Beberapa pedagang mulai memposisikan lapak di sekitar jembatan yang masih belum dilumuri cat itu.
Biasanya sore-sore gini baru rame, kalau siang di sini sangat panas, ucap Amir, salah satu pedagang bakso goreng di areal tersebut.
Selain itu, terlihat pemandangan yang mencuri perhatian beberapa pengendara yang melintasi wilayah tersebut. Orang-orang bertopi berdiri di atas bongkahan bebatuan dengan masing-masing tongkatnya senantiasa menunggu ikan-ikan yang sedang mencari santapan sore dengan penuh kesabaran.