ISTANBUL – Sebuah film baru tentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengiasi layar bioskop sepekan (seminggu) sebelum referendum 16 April 2017 tentang pergantian sistem negara Turki dari parlementil ke presidentil, sebagaimana disiarkan worldbulletin.net.
Film bertajuk “Reis” (“Kepala”) ini dibintangi aktor terkenal Turki, Reha Beyoglu, yang memerankan sebagai Erdogan, orang kuat Turki. Film ini menunjukkan hidup Erdogan hingga tahun 1999, dimulai dengan masa kecil presiden di distrik miskin Istanbul sampai rakyat menaikkannya menjadi wali kota.
Aktris Turki Ozlem Balci memerankan sebagai istri Erdogan, Emine, sementara aktor anak, Batuhan Isik Gurel, memainkan Erdogan sebagai anak laki-laki.
Film pertama tentang Erdogan ini akan dirilis pada tanggal 3 Maret di Turki sebelum pemungutan suara publik Turki, tentang apakah untuk menyetujui presiden sebagai pemimpin eksekutif pada 16 April 2017.
Beyoglu, yang disebutkan mirip dengan Erdogan muda, memberikan semangat satu-liners di trailer, termasuk “Seseorang meninggal hanya sekali, jika kita mati, mari kita mati seperti laki-laki!”
Aktor ini mengatakan kepada penyiar ini Kanal D, dia “bangga” ketika Erdogan mengatakan dia bisa melihat dirinya waktu di peran Beyoglu.
Sutradara film ini, Hudaverdi Yavuz, mengatakan, dia ingin memberitahu kpada dunia tentang hidup Erdogan karena itu judul film harus “benar-benar menarik” karena nama Erdogan telah lama dikenal.
“Ketika dia dipilih menajdi wali kota Istanbul, otomatis orang menggunakan kata 'Reis' (kepala) … teman-teman masa kecilnya, kenalannya, mereka memanggilnya itu,” katanya kepada AFP.
Pertanyaan diajukan mengapa peluncuran film itu begitu dekat dengan referendum – itu sedianya bisa keluar pada Maret tahun lalu, tapi Yavuz mengatakan ia tidak memiliki kontrol atas tanggal peluncuran dan distribusi.
'Bukan Propaganda'
Erdogan, politisi Turki yang paling kuat setelah pendiri negara itu dalam sistem sekuler, Mustafa Kemal Ataturk, telah menjadi menjadi presiden pada 2014, namun peran biasanya telah lebih seremonial.
Di bawah konstitusi baru, presiden akan memperkuat kekuasaan eksekutif untuk langsung menunjuk pejabat publik atas termasuk menteri.
Sutradara film ini membantah keras klaim propaganda pemilu menjelang referendum.
“Film kita ini benar-benar bukan propaganda. Untuk beberapa pihak, film saya ini bisa memiliki makna politis, untuk orang lain itu bisa menjadi beban, itu bukan masalah saya. Film ini tidak ada intervensi dari luar,” kata Sutradara Hudaverdi Yavuz.