LANGSA – Menjelang pesta demokrasi Aceh pada Pilkada 2017, pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diharap untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Hal itu disampaikan Muhammad Ali, Wakil Ketua Internal Pengurus Koordinator Cabang (PKC PMII) Aceh, Sabtu 9 Juli 2016.
Muhammad Ali menjelaskan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh hanya tinggal beberapa bulan lagi.
“PKC PMII Aceh mengimbau kepada seluruh pengurus PMII baik di tingkat pengurus cabang maupun pengurus komisariat yang ada di Aceh untuk tidak terlibat dalam agenda kegiatan politik baik secara pribadi lebih – lebih secara kelembagaan, dikarnakan hal tersebut tidak sesuai dengan amanah AD/ART PMII,” katanya.
Dia menambahkan Pengurus Koordinator Cabang PMII Aceh meminta kepada segenap pengurus tetap konsentrasi pada tugas pokoknya yaitu melaksanakan proses kaderisi di tubuh mahasiswa atau organisasi.
“Bukan untuk menampung agenda politik calon tertentu ataupun ikut terlibat dalam dalam agenda kegiatan politik lainnya. Bila ada pengurus yang terbukti terlibat dalam agenda politik maka pengurus koordinator cabang PMII Aceh akan memberikan sanksi tegas baik untuk pengurus secara individu maupun cabang yang ada di daerah masing-masing,” ungkap Wakil Ketua Internal PKC PMII Aceh itu.
Langkah tersebut diambil, kata dia, mengingat komitmen pengurus koordinator cabang PMII Aceh saat ini adalah melaksanakan tahapan proses kaderisasi untuk pengembangan cabang di seluruh daerah di Aceh serta menjalankan amanat hukum PMII.[]
Tinggalkan Balasan