LHOKSUKON – Pemuda berwajah tampan ini mulai menyukai musik sejak duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD). Berbekal mendengarkan lagu dari beberapa band ternama di Indonesia, ia belajar memahami musik. Tak puas sampai situ, ia pun belajar memainkan alat musik, khususnya gitar. Tak sia-sia, ia kini menjadi pemain bass gitar di Jambo.
Jambo merupakan nama salah satu band di Aceh bernuansa etnik modern. Mereka kerap kali tampil mengiringi penyanyi ternama Aceh, Rafly Kande.
Namanya, Muhammad Zakir, 25 tahun, asal Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Namun, teman-teman memanggilnya dengan nama Jei. Sebelum menjadi pemain bass di Jambo, semasa SMA, Jei pernah membentuk band Capalitas beraliran rock.
“Saya menyukai musik beraliran rock dan pop rock. Di awal belajar, saya suka mendengarkan Jamrud, Boomerang, Dewa 19, dan Godbless. Saat kelas 1 SMA, saya membentuk band Capalitas. Di situlah saya mulai mengenal musik lebih dalam, termasuk belajar alat instrument musik,” ujarnya.
Beranjak tahun 2010, pemuda berkulit putih itu hijrah ke Banda Aceh. Sembari kuliah, ia mulai melebarkan sayap bermusiknya. Di Banda Aceh, Jei menemukan banyak teman baru di dunia musik. Ia juga sempat membentuk beberapa bankd lokal, seperti My Family, Dr. Rock Out dan Laquinta. Namun, band itu hanya berjalan sesaat dan berhenti di tengah jalan.
“Jiwa musik saya tidak diturunkan dari siapa pun, bahkan dulunya tidak ada dukungan dari orang tua. Namun, setelah saya jelaskan dan saya buktikan bahwa saya bisa, akhirnya orang tua merestui saya berkecimpung di musik. Apalagi setelah saya berkolaborasi dengan Rafly Kande, dukungan pun semakin besar dengan catatan, tidak boleh mengabaikan pendidikan,” ungkap Jei, kepada portalsatu.com, via WhatsApp, Jumat, 3 Februari 2017.