BANDA ACEH – Islam bukanlah agama individual/nafsi-nafsi yang hanya mementingkan diri sendiri. Namun juga merupakan agama sosial di mana setiap anggota masyarakat harus melakukan kewajiban menyuruh mengerjakan kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar atau amar makruf nahi mungkar terhadap sesama.
Karenanya, umat Islam tidak dibenarkan untuk mendiamkan atau cuek terhadap suatu kemaksiatan yang terlihat di depan matanya, dan wajib mencegahnya sesuai kemampuan. Sebab akan ditanyakan dan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak karena membiarkan kemaksiatan di dunia ini. Selain itu, jika suatu kemaksiatan dan kemungkaran sudah merajalela, maka Allah akan menurunkan siksa yang tidak hanya menimpa orang yang zalim saja, tapi juga orang yang baik-baik di tengah masyarakat.
Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr. Muhammad AR, M.Ed., Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu, 2 November 2016, malam.
“Agama ini nasihat, bukan milik WH atau polisi pengawas syariat, tapi milik kita semua. Kita wajib mencegah kemaksiatan yang tampak di depan mata. Jangan sampai diam dan cuek karena kewajiban sesama muslim adalah saling menasihati, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan,” ujar Ustaz Muhammad AR yang juga Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Ar-Raniry.
Ia menjelaskan, agama itu nasihat (Ad-Dienu Nasihat) yang mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk saling menasihati. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-'Ashr: 3).
Menurut Muhammad AR, ini memiliki peran yang sangat besar. Karena, di dalamnya terkandung makna bahwa tiang agama Islam dan penopangnya adalah nasihat. Dengan adanya nasihat, agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum muslim. Namun, apabila nasihat itu tidak ada, kehancuran akan menimpa kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupannya.
“Dalam hal mencegah kemungkaran, jika kita tidak mencegahnya sesuai kemampuan, Allah akan tanyakan nanti di hari akhirat. Rasulullah bersabda, Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman,” ungkapnya.