LHOKSUKON – Puluhan hektare tambak di Gampong Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara tergerus abrasi air laut. Hal serupa juga terjadi pada jalan lintas yang biasa dilalui nelayan untuk mencapai tempat sandaran boat usai melaut.
“Abrasi jalan ini sudah berlangsung cukup lama. Karena tidak ada respon dari pemerintah, para nelayan mengumpulkan uang secara swadaya Rp 2 juta untuk membeli tanah yang diisi dalam karung dan diletakkan di tanah yang sudah tergerus. Tapi hal itu hanya bertahan sepekan, karena saat ini abrasi kian meluas,” kata Geuchik Gampong Meunasah Sagoe, Sulaiman kepada portalsatu.com, Rabu, 31 Agustus 2016.
Sulaiman menyebutkan, jalan tersebut merupakan jalur terdekat menuju lokasi boat yang disandarkan usai melaut. Jika harus memutar jalur lain akan memakan banyak waktu, mengingat jaraknya lebih jauh.