TERKINI
GAYA

Jadi Tamu Agung di Seumeuleung Raja Daya, Ini Kata Mualem

CALANG - Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf mengatakan, pemahaman sejarah oleh masyarakat merupakan cerminan bangsa yang besar. Suatu bangsa akan hilang jatidirinya saat bangsa…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 998×

CALANG – Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf mengatakan, pemahaman sejarah oleh masyarakat merupakan cerminan bangsa yang besar. Suatu bangsa akan hilang jatidirinya saat bangsa tersebut melupakan akar sejarahnya.

“Mari kita sama-sama menggiatkan ragam pelestarian budaya sehingga kita benar-benar menjadi bangsa yang besar,” kata Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem ini saat menghadiri Peumeunap dan Seumeuleueng di Aceh Jaya, Rabu, 14 September 2016.

Sejarah Indonesia, lanjut Mualem, tak lepas dari perjuangan bangsa Aceh dalam mempertahankan daerah dari jajahan Belanda. Indonesia bahkan tak akan pernah punya wilayah, jika Aceh tak memaklumatkan diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

“Aceh adalah modal bangsa ini,” katanya.

Karena itu, Mualem mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama lebih sadar budaya dengan lebih giat melestarikan budaya Aceh.

Setelah perdamaian Helsinki katanya, Provinsi Aceh juga punya lembaga Wali Nanggroe. Lewat lembaga ini, segala adat dan kebudayaan Aceh diharapkan mampu kembali dilestarikan.

Sementara itu, Ketua Aswaja Aceh Teungku Bulqaini mengatakan, Aceh akan maju di saat generasi bangsa mau menjaga adat budaya dan agama. Karena itu, Tu Bulqaini, sapaannya, mengajak seluruh generasi Aceh untuk sama-sama menjaga adat istiadat Aceh yang sangat kentara dengan nuansa keislamannya.

Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin, yang turut menjadi tamu agung dalam perayaan budaya tersebut menyebutkan, masyarakat Aceh mulai dari pemimpin hingga rakyat harus menjaga budaya Aceh. Sejarah, katanya, akan hilang saat anak bangsa tidak mau menjaga budayanya. “Itu tanda kehancuran bangsa,” ujarnya.[](ihn)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar