TERKINI
TAK BERKATEGORI

Istri Gubernur Serahkan Bantuan Pemberdayaan Perempuan di Pidie

SIGLI - Istri Gubernur Aceh, Niazah A. Hamid menyerahkan sejumlah bantuan alat pertanian dan perkakas dapur umum kepada kelompok pemberdayaan perempuan di sembilan desa dari…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 761×

SIGLI – Istri Gubernur Aceh, Niazah A. Hamid menyerahkan sejumlah bantuan alat pertanian dan perkakas dapur umum kepada kelompok pemberdayaan perempuan di sembilan desa dari Kecamatan Geumpang dan Manee, Pidie.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, bantuan berupa benih berbagai tanaman, pupuk dan alat pertanian tersebut diserahkan secara simbolis oleh Umi Niazah kepada Camat Geumpang, Saiful Zuhri disaksikan tokoh masyarakat Tgk. Abdurrahman (Abu Keune) di Meunasah Desa Keune, Geumpang, Pidie, Sabtu, 16 April 2016.

Selain menyerahkan bantuan pertanian, Umi Niazah selaku Pimpinan Majelis Ta’lim Uswatun Nisa’ dan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh turut melakukan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di Desa Keune, Geumpang. 

Umi Niazah mengatakan, kegiatan bakti sosial itu rutin dilakukan Tim Penggerak PKK Aceh dalam meningkatkan kapasitas pemberdayaan perempuan di gampong, sekaligus sebagai implementasi program PKK. 

Ia menyampaikan tentang pentingnya peranan keluarga dalam membentuk masyarakat yang sejahtera, sebagai tempat yang paling awal. Di mana generasi penerus ditempa, dididik dan dibina, selanjutnya diharapkan siap untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat. 

“Peran keluarga sangatlah vital dalam membentuk karakter generasi penerus. Kaum ibu, dalam hal ini merupakan sosok utama yang menjadi kunci dalam keberhasilan pembinaan keluarga dan dalam rangka membentuk pribadi generasi yang bertaqwa, cerdas dan berakhlaqul karimah,” ujar Umi Niazah.

Umi Niazah mengajak masyarakat terutama kaum ibu untuk meningkatkan kapasitas diri dalam membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahhmah (SAMARA) secara terus menerus mengingat arus globalisasi kian pesat. Sehingga anak menjadi semakin mudah terpengaruh dengan budaya dari dunia luar yang tidak sejalan dengan agama dan kearifan lokal masyarakat Aceh.

Ketua Tim Penggerak PKK berharap seluruh stakeholder terkait di wilayah ini, dapat memikirkan dan mengambil langkah-langkah kebijakan strategis untuk penguatan dan pemberdayaan kaum ibu, demi terbentuknya keluarga SAMARA, sebagai institusi awal pembentukan generasi Aceh. 

“Langkah ini sangat penting untuk segera dilakukan, mengingat dewasa ini kita mengalami banyak tantangan dalam pembinaan generasi muda. Kenakalan remaja, LGBT, aliran sesat, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya menjadi bukti betapa dahsyatnya tantangan yang kita hadapi,” kata Umi Niazah.[] (rel)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar