TERKINI
TAK BERKATEGORI

IPPAT: Hentikan Sikap Arogansi Kepolisian

Abdul meminta kepada aparat hukum untuk menghindari kekerasan sebagaimana di masa konflik yang membuat masyarakat Aceh terpuruk lagi dalam masa lalu buruk.

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

BANDA ACEH – Pemukulan terhadap geuchik dan imum gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur menimbulkan protes dari IPPAT (Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur).

Ketua Umum IPPAT, Abdul Muthalib, mengatakan tindakan tersebut merupakan salah satu kekerasan terhadap masyarakat. Hal itu, kata Abdul, seharusnya dihindari oleh aparat penegak hukum ketika berinteraksi dengan masyarakat disaat tujuan nya tidak tercapai.

“Jika bentuk-bentuk kerasan masih menjadi landasan awal  pihak kepolisian dalam melakukan operasi, ketakutan kita perdamaian yang kita rasakan saat ini akan terusik dengan unsur konflik yang membias ke kalangan masyarakat,” kata Abdul dalam siaran persnya, 26 Desember 2015.

Hal tersebut, katanya, akan memuncul kelompok-kelompok baru untuk menyatakan perlawanan terhadap Pemerintah Aceh ataupun terhadap Negara.

“Kami pemuda dan mahasiswa khususnya yang bersal dari Aceh Timur, mengecam keras bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian kepada geuchik dan imum gampong,” kata Abdul.

Kekarasan, kata Abdul, mengundang bentuk-bentuk keresahan di kalangan masyarakat, hinga mereka harus mengungsi. Peristiwa itu, katanya, tidak bisa dibiarkan lagi. Abdul meminta kepada aparat hukum untuk menghindari kekerasan sebagaimana di masa konflik yang membuat masyarakat Aceh terpuruk lagi dalam masa lalu buruk.

“Kita meminta kepada gubernur, pihak Kepolisian dan instansi terkait agar dapat menjaga perdamaian yang telah kita rasakan 10 tahun lebih ini, sudah sepantasnya kita merumuskan dalam hal mendorong perdamaian yang positif, hingga tidak lagi bentuk-bentuk kekerasan, ketidak adilan, kemiskinan dan konflik sara,” kata Abdul.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar