Berbeda dengan bahasa buatan sebelumnya, Interlingua merupakan bahasa ringkasan dari bahasa-bahasa yang sudah ada dengan sedikit atau tanpa perubahan. Kosakatanya diambil dari bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, dan Rusia.
Dari berbagai bahasa buatan yang telah saya sebutkan pada tulisan saya sebelumnya (Solresol, VolapÜk, Esperanto), bahasa Esperanto lebih unggul karena hingga kini bahasa itu telah memiliki penutur tetap. Tidak satu pun pengaruh bahasa buatan dapat mengalahkan Esperanto. Lebih dari 1 juta orang menggunakan Esperanto. Ada juga penutur asli Esperanto yang digunakan oleh orang tua yang menggunakan bahasa itu sebagai bahasa pengantar. Banyak karya sastra ditulis dalam Esperanto, yaitu 8.400 judul yang mencakup pula terjemahan Injil.
Salah satu bahasa buatan yang nyaris berhasil menandingi Esperanto adalah Interlingua. Bahasa buatan ini diciptakan oleh seorang pakar bahasa berkebangsaan Amerika, yaitu Dr. Alexander Gode yang didukung oleh wanita kaya, Alice Vanderbuilt Morris yang menginginkan terciptanya bahasa dunia.
Berbeda dengan bahasa buatan sebelumnya, Interlingua merupakan bahasa ringkasan dari bahasa-bahasa yang sudah ada dengan sedikit atau tanpa perubahan. Kosakatanya diambil dari bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, dan Rusia. Kata-kata yang dipungut ialah kata-kata yang muncul sedikitnya yang bersumber dari tiga bahasa. Jika tidak ada, diambillah kata dari bahasa Latin.
Para pengembang Interlingua bekerja seilmiah mungkin mengupayakan agar Interlingua dapat menjadi bahasa baku bagi kebanyakan orang Eropa. Para pendukung Interlingua menyatakan bahwa bahasa itu dapat dibaca oleh para pelajar dalam waktu yang tidak lama. Susunan gramatikanya memiliki kaidah yang serupa dengan Esperanto. Namun, hasil perbandingan antara Interlingua dan Esperanto menunjukkan bahwa Esperanto lebih mudah daripada Interlingua.
Ini contoh bahasa Interlingua.
Professor H. Obert, del pioneros in le campo del rochetteria Scientifiec in Germania e plus recentemente un associato de Dr. W. Von Braun in su recercas de roccheteria al Arsenal Redstone in Alabama, ha elaborate un vehiculo adeptate al exploration del luna. Un tal vehiculo debe esser capace a superar le difficultates extraordinari del tereno e del ambiente del luna que es characterisate per le absentia omne atmosphere, per un gravitate reducite, per extrememente acute alterationes des temperatur, e per un superficie plus pulverose que ullo cognoscite in terra.
Dalam bahasa Inggris, paragraf berbahasa Interlingua di atas dapat diartikan sebagai berikut.
Professor H. Obert, one of the pioneer in the field fo scientifiec rocketry in Germany and more recently an associate of Dr. W. Von Braun in his research of rocketry at the Redstone Arsenal in Alabama, has elaborated plan for a vahicle adapted for lunar Exploration. Such a vehicle must be capable of overcoming the extraordinary difficulties of the terrain and surrounding of the moon, characterized by the absence of any atmosphere, by reduced gravity, by extremely sharp changes of temperatur, and by a more dusty surface than any known on earth.
Bahasa Interlingua Inggris di atas dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai berikut.
Professor H. Obert, salah seorang pelopor dalam bidang peroketan ilmiah di Jerman dan dewasa ini menjadi rekan Dr. W. Von Braun dalam penelitiannya tentang peroketan di Pusat Persenjataan Redstone di Alabama, telah menjabarkan rencana pembuatan kendaraan yang disesuaikan untuk eksplorasi bulan. Kendaraan tersebut harus mampu mengatasi kesulitan luar biasa di permukaan dan sekitar bulan, yang mempunyai sifat tanpa atmosfer, berkurangnya gravitasi, perubahan temperatur secara sangat tajam, dan permukaan yang lebih berdebu daripada yang ditemui di berbagai belahan bumi.
Bandingkan bahasa Interlingua dengan bahasa Inggris tersebut. Dalam bahasa Interlingua Anda dapat menemukan kata-kata dari bahasa Inggris, ada yang mengalami pengubahan di silabis tertentu dan ada pula yang tidak. Kata yang tidak mengalami pengubahan, misalnya Exploration atmosphere, sedangkan yang berubah pada silabis tertentu, misalnya characterisate (dalam bahasa Inggris: characterized) dan reducite (dalam bahasa Inggris: reduced. Selain itu ada pula kata selain dari bahasa Inggris. Pengubahan bukan hanya terjadi pada tataran kata, melainkan pada struktur kalimat, misalnya bentuk reduced gravity menjadi gravitate reducite.
Tujuan yang ingin dicapai oleh Interlingua tak serumit Esperanto. Interlingua dikhususkan sebagai bahas tulis dan tidak ada upaya untuk meningkatkannya menjadi bahasa lisan meskipun memungkinkan untuk dilakukan. Tujuan utama Interlingua adalah menjadi media komunikasi ilmiah. Tujuan utama itu sudah terjangkau pada masa awal-awal perkembangannya. Tercatat ada sekitar 20 jurnal ditulis dalam bahasa Interlingua dan kebanyakan merupakan ringkasan.
The Interlingua Division of Science and Service di Washington, D.C. berusaha mempromosikan Interlingua dengan menawarkan ringkasan dan abstrak dalam Interlingua untuk jurnal-jurnal dan resume konferensi mengenai penelitian.
Pencipta bahasa Interlingua, Dr. Alexander Grode, mengatakan bahwa masyarakat yang dapat dijangkau Interlingua meliputi orang-orang yang mampu memahami pesan yang sama ditulis bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Yunani, atau bahasa Latin. Dalam berbagai disiplin ilmiah, penggunaan Interlingua memungkinkan menjangkau sebagian besar khalayak dunia berdasarkan apa yang diketahui oleh mereka sesuai dengan kemampuan profesional yang dimiliki.
Para pendukung Esperanto dan Interlingua mengatakan bahwa kedua bahasa itu sangat mudah dipelajari dan kalau upaya itu dihitung, hanya diperlukan seperduapuluh upaya mempelajari bahasa-bahasa Eropa Barat yang lain. Mereka juga mengemukakan bahwa kedua bahasa buatan itu tidak berhubungan dengan negara tertentu dan bebas dari tautan politik dan imperialisme. Hal ini membedakan keduanya dengan bahasa seperti bahasa Inggris dan Prancis yang tidak dapat diterima oleh sebagian negara. Namun, penentang Esperanto dan Interlingua berargumentasi bahwa karakteristik keduanya sebagai bahasa buatan amat mencolok sehingga para pemakai merasakan tidak seperti menggunakan bahasa alamiah. Selain itu, kenyataan bahwa keduanya tidak berakar pada bangsa tertentu membuat para penuturnya tidak memiliki warisan kebudayaan sebagaimana yang ditawarkan oleh bahasa-bahasa alamiah.
Mereka juga mengatakan, upaya yang dikeluarkan untuk mempelajari bahasa-bahasa alamiah sama sekali tidak sia-sia dibandingkan dengan upaya mempelajari bahasa-bahasa buatan. Ini karena dengan bahasa itu pembelajar dapat berbicara dengan para penutur asli, misalnya penutur bahasa-bahasa Romanika, Jerman, Arab, Rusia, ataupun Cina.[]
Bersambung…[]
Sumber: Kristal-Kristal Ilmu Bahasa, 1995, Bambang Yudi Cahyono