TERKINI
BAHASA

Insya Allah atau In Shaa Allah, Mana yang Benar?

AKHIR-akhir ini sering kita jumpai gambar-gambar di Facebook yang mempermasalahkan penulisan Insya Allah atau In Shaa Allah. Masyarakat mulai bertanya-tanya terkait perubahan makna dalam kalimat tersebut…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4.4K×

AKHIR-akhir ini sering kita jumpai gambar-gambar di Facebook yang mempermasalahkan penulisan Insya Allah atau In Shaa Allah. Masyarakat mulai bertanya-tanya terkait perubahan makna dalam kalimat tersebut jika tidak ditulis dengan benar.

Manakah sebenarnya yang lebih tepat jika ditulis tidak menggunakan huruf Arab, Insya Allah atau In Shaa Allah?

Pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiah.

Perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia), misalnya, kata Allah dalam huruf hijaiyah dalam bahasa Arab, bila ditransliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apa pun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung pada kesepakatan transliterasi.

Kembali ke transliterasi, tergantung kesepakatan kita mau mentransliterasikan menjadi apa, “syaa” atau “shaa”.

Kalau di negeri berbahasa Inggris, kata sya dalam tulisan Arab diartikan jadi “shaa”, berbeda dengan di Indonesia, karena di Indonesia, “shaa” sudah ditransliterasikan dari huruf shad dalam huruf hijaiyah.

Jadi, kalau kita tulis menggunakan “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama saja dan artinya juga sama saja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi tak ada arti lainnya. Kalau mau aman, lebih baik gunakan saja huruf Arab.[] (islampos)

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar