TERKINI
EKBIS

Ini Tips Agar Puasa Terasa Indah dari si Cantik Suka Sie Reuboh

ACEH BESAR - Momen bulan Ramadan paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Selain bulan untuk mensucikan diri, suasana di bulan ini juga berbeda dengan bulan lainnya. Setiap…

SUDIRMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 910×

ACEH BESAR – Momen bulan Ramadan paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Selain bulan untuk mensucikan diri, suasana di bulan ini juga berbeda dengan bulan lainnya. Setiap malam ramai warga menjalankan salat Tarawih berjemaah di masjid. Jalanan pun ramai dengan pedagang makanan saat sore hari. Ditambah lagi saat berbuka puasa bersama keluarga, teman, bahkan komunitas. Hal itu juga dapat semakin mempererat persaudaraan dan silaturahmi.

Untuk menjalani puasa agar terasa mudah atau tidak memberatkan, Duta Wisata Aceh Besar 2016, Qurratu Falmuriat, 23 tahun, memiliki beberapa tips, khususnya bagi kawula muda.

“Jalani setiap detik puasa itu dengan ikhlas dan mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Bagi kawula muda dapat diisi dengan wisata halal dan sejarah. Misalnya, salat berjamaah di masjid, ikut pengajian. Bisa juga dengan mengajak teman-teman melakukan kegiatan sosial. Nah, di sore hari biasanya waktu yang paling ditunggu untuk berburu kuliner dan aneka takjil berbuka, dengan demikian Ramadan akan terasa lebih berkah dan indah,” ujar Qurratu Falmuriat, dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 3 Juni 2017.

Qurratu akrab disapa Qurra menyebutkan, untuk menjaga kondisi fisik agar tetap fit, jangan lupa mengonsumsi makanan bergizi dan berserat atau perbanyak makan buah dan sayur saat buka ataupun sahur.

“Saya dan keluarga terbiasa berbuka dengan kurma dan air serutan pepaya. Selain mengikuti sunah nabi, kurma mampu mengembalikan kadar gula yang berkurang selama seharian puasa. Sementara pepaya untuk melancarkan sistem pencernaan. Tak ketinggalan beberapa kue khas mulai dari putu, bubur sumsum, leumang, hingga onde-onde Aceh yang dikenal dengan boh rom-rom,” ucap Qurra.

Bagi Qurra, Ramadan kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, karena kini ia aktif bekerja di salah satu pelayanan kesehatan. Namun, saat ada waktu luang ia mengikuti kegiatan komunitas dan juga ngabuburit dengan teman-temannya.

“Salah satu makanan yang sangat saya gemari saat Ramadan adalah sie reuboh, makanan khas Aceh Besar yang dimasak saat meugang. Selain menambah energi, sie reuboh bisa dikonsumsi dalam waktu lama selama Ramadan. Saya juga senang dengan sejarahnya, dulu sie reuboh ini merupakan makanan saat peperangan, karena mampu tahan lama karena gapah atau lemaknya,” ujar Qurra.[]

SUDIRMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar