SABANG – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kota Sabang, Siswanto, menyebutkan adanya patahan lempeng di dasar laut wilayah Pulau Andaman. Patahan ini menyebabkan gempa hingga belasan kali yang turut dirasakan di Sabang dan Banda Aceh dengan magnitude tertinggi mencapai 6,2 skala richter.
Yang tercatat di peralatan kami sekitar 18 (kali). Guncangan itu ada yang betul- betul dirasakan, ada yang tidak. Dari gempa yang dirasakan yang terbesar itu, sekitar 6,2 SR, ujar Siswanto kepada portalsatu.com, Senin, 9 November 2015.
Dia mengatakan gempa sangat terasa di Kota Sabang lantaran lempeng patahan tersebut sejalur dengan lempengan kerak bumi Pulau Weh.
Secara teoritik lempeng, kita berada pada ruas patahan Indo Australia. Artinya kita masih di lempeng yang sama antara pusat gempa dengan Sabang sendiri, katanya.
Menurutnya, gempa tersebut berpotensi tsunami meski terjadi di laut dangkal.
Sementara itu saat ditanya terkait potensi gempa susulan, Siswanto mengatakan, gempa susulan bisa saja terjadi selama beberapa hari ke depan. Namun, dia memperkirakan, kekuatan gempa terbesar hanya mencapai 6,2 skala richter.[]
Laporan: Razie Sabang