TAKENGON Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi dikabarkan terpaksa dilarikan ke BLUD Datu Beru setelah mengalami kekerasan oleh sekelompok orang di salah satu warung kopi di Takengon, Sabtu, 27 Februari 2016, sekitar pukul 11.45 WIB. Bagaimana kronologis kejadian itu?
Menjelang malam tadi, beredar pesan melalui WhatsApp (WA) dan BlackBerry Messenger (BBM) tentang penjelasan Bardan Sahidi terkait kronologis kejadian itu. Pesan itu diketik oleh Hasanuddin, kerabat Bardan Sahidi mengutip keterangan anggota DPRA dari PKS tersebut. Saat dikonfirmasi, Hasanuddin membenarkan pesan itu penjelasan Bardan Sahidi.
Saat ini Bapak (Bardan Sahidi) sedang menjalani perawatan intensif menunggu hasil scanning, tulis Hasanuddin melalui pesan WA. Ia mengaku sedang menjaga Bardan Sahidi di rumah sakit.
Berdasarkan pesan itu, Bardan menjelaskan, peristiwa menimpanya terjadi seusai pertemuan dengan Wakil Bupati dan Sekda Aceh Tengah membahas agenda kunjungan Gubernur Aceh ke Aceh Tengah, Minggu, 29 Februari 2016.
Dari kantor bupati, Bardan mengajak Kadis Sosial Aceh, Alhudri minum kopi di sebuah warung. Alhudri menawarkan tumpangan mobil dinasnya bersama sopir dan ajudan/Adc., yang sudah di dalam mobil.
Perbincangan Bardan dengan Alhudri masih seputar kegiatan Dinsos Aceh yang akan dilaksanakan di Takengon, termasuk penundaan pelantikan Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah.
Alhudri ingin mereka minum kopi di tempat yang tak terlalu ramai. Bardan menawarkan ke kantin Batas Kota. Di tengah perjalanan, tepatnya di Simpang Empat Bebesen, Alhudri minta sopirnya ke warung terdekat yaitu HR Coffee.
Sebelum duduk, Bardan merapikan kursi. Belum sempat duduk, ia diserang dari arah samping dengan kursi. “Plak“. Kepala Bardan berdarah hingga ia tersungkur ke lantai. Namun, saat itu Bardan masih sempat melihat Alhudri dikejar oleh pelaku.