Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru terletak di Jalan Kuningan Persada, Kav 4, Jakarta Selatan memiliki luas 8.663 meter yang dibangun pada tahun 2013. Gedung itu menggunakan anggaran sebesar Rp 315,14 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) ini mempunyai konsep Secure, Smart, dan Green.

Menurut Ketua KPK, Agus Raharjo, gedung tersebut didesain dengan mengatur ruangan secara vertikal yang memisahkan area publik dengan kawasan kerja terbatas.

“Gedung ini juga dilengkapi dengan peralatan pasif berupa akses kontrol dan kamera serta pengamanan aktif petugas,” katanya ketika memberikan sambutan peresmian gedung KPK, di gedung KPK baru, Jalan Kuningan Persada, Kav 4, Jakarta, Selasa (29/12).

Lalu, menurut Agus ada dua lorong di lantai 2 gedung KPK untuk terperiksa dan penyidik didesain agar penyidik dan terperiksa tidak bertemu ketika pemeriksaan.

“Nanti penyidik tidak bisa bertemu dengan terperiksa saat diperiksa. Kemudian, terdapat 70 ruang untuk terperiksa. Semua hal yang dilakukan pemeriksa itu langsung diterjemahkan oleh pemeriksaan secara verbal langsung menjadi tulisan,” bebernya.

Agus juga menuturkan, gedung yang memiliki 16 lantai tersebut mempunyai konsep Smart untuk menunjang keamanan terintegritas.

“Konsep Smart building diwujudkan dengan pengguna sistem keamanan terintegrasi berupa surveillance camera, access control, visitor management system dan guard tour,” bebernya.

Kemudian, gedung antirasuah yang baru dilengkapi dengan building automation system yang mampu mengendalikan semua aktivitas peralatan utama.

Konsep Green yang dimiliki gedung dengan luas bangunan 39.629 meter persegi tersebut diwujudkan penghematan penggunaan energi. “Green yang dimaksud yaitu gedung KPK ini memiliki pengguna air hujan untuk keperluan toilet dan penyiraman tanaman,” ungkapnya.

“Fasade gedung yang mempertimbangkan overall thermal transfer value (OTTV) tidak melebihi 45 watt/meter sehingga penggunaan energi untuk pendingin relatif lebuh rendah,” lanjutnya.

Namun, menurutnya, disayangkan belum bisa ditempati saat ini karena semua belum berfungsi lengkap. “Walaupun pada saat ini ruang tahanan belum rampung dan kita akan tunggu sekitar bulan Maret 2016,” tandasnya.[] Sumber: merdeka.com