BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan provinsi paling barat Indonesia ini belum aman dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meski termasuk dalam kategori zona hijau penyebaran virus corona.

Safrizal mengaku tak begitu kaget ketika mendengar kabar penambahan lima kasus baru transmisi lokal ditemukan di Lhokseumawe sekeluarga terkonfirmasi positif virus corona.

“Masyarakat berpikir bahwa Aceh telah selesai dengan Covid-19, padahal sudah berulang kali IDI mengingatkan kalau Aceh ini belum selesai virus corona,” kata Safrizal Rahman saat dikonfirmasi Senin, 15 Juni 2020.

Kondisi ini, kata Safrizal, karena banyaknya masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan. Menurutnya, warga selama ini menganggap Aceh minim kasus corona, sehingga banyak yang melupakan pentingnya menjaga jarak, pakai masker dan selalu mencuci tangan.

“Sebenarnya kondisi ini tidak terlalu mengagetkan bagi tim medis, karena banyak masyarakat menganggap karena minim kasus, sehingga protokol kesehatan diabaikan begitu saja,” ujar Safrizal.

Di samping itu, sebut Safrizal, pengawasan pintu masuk perbatasan Aceh Sumatera Utara dinilai tidak begitu ketat. Sehingga mobilitas orang dan barang yang keluar masuk Aceh tidak bisa dipantau. Kondisi seperti itu, transmisi lokal tinggal menunggu dan sekarang sudah terbukti. 

“Ini transmisi lokal perdana yang terdeteksi, sementara yang tidak terdeteksi kita belum tahu. Yang perlu kita pahami kasus Covid-19 belum selesai di Aceh,” ungkapnya.

Sementara itu, Safrizal juga menilai dalam masa New Normal ini minimnya pemeriksaan Covid-19 di Aceh. Ia menuturkan, semakin banyak diperiksa maka akan lebih banyak didapatkan, sehingga lebih mudah memetakan penyebaran virus corona di Aceh.

“Angka pemeriksaan kita masih sangat kurang dengan daerah lain. Semakin banyak kita periksa semakin banyak dapat,” tuturnya.

Untuk itu, IDI memohon kepada masyarakat agar senantiasa patuh dan menjalankan protokol kesehatan. Menurut Safrizal, masih ada potensi ditemukan kasus di Aceh, bila masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan.[](*)