BANDA ACEH Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM Unsyiah) terpilih periode 2016-2017, Hasrizal, menduga ada indikasi settingan terkait kelompok bersenjata pimpinan Nurdin alias Din Minimi.
Saya menduga Din Minimi banyak bermain sandiwara dengan beberapa pihak tertentu. Seharusnya hal ini (kasus kelompok bersenjata) ada penyelesaian, hukum harus ditegakkan, rakyat jangan dikorbankan, kata Hasrizal ditemui portalsatu.com, Jumat, 1 Januari 2016.
Hasrizal menyebut, sebelum turun gunung, Din Minimi yang merupakan DPO Polda Aceh begitu mudah diwawancarai wartawan, termasuk dari media televisi. Saya pribadi melihat ini sandiwara beberapa pihak terkait, konflik ini sengaja diciptakan. Kondisi ini hadir karena orang-orang yang kurang menyukai kinerja pemerintah. Din Minimi sebagai instrumen yang dimainkan pihak tertentu, hal ini terlihat dari tuntutan Din cs, ujarnya.
Sementara itu, relawan salah satu organisasi kemanusiaan, Teuku Ramadhan melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM) kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 Januari 2016, mengatakan, Pemerintah Aceh harus lebih memerhatikan masyarakatnya, program bidang sosial dan ekonomi diperluas lagi.
Terjadinya kasus ini (Din Minimi) tidak terlepas dari keinginan kelompok masyarakat yang ingin diperhatikan pemerintah, setelah Aceh mengalami masa transisi pasca-DOM (konflik) dulu. Apalagi Aceh dipimpin oleh kita (elite GAM), ya mungkin ketika pemilu dulu sempat terjadi janji-janji yang belum direalisasikan sehingga menghasilkan pemberontakan, kata programmer Blood For Life Foundation ini.[] (idg)