TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah saat ini sedang concern untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Sesuai data yang dikeluarkan Badan Pusat Statustik, tercatat jumlah penduduk miskin di daerah itu berkisar 17 persen dari total penduduk.
Kepala Bappeda Aceh Tengah, Yahya Kobat, mengatakan pihaknya telah merumuskan beberapa poin rekomendasi untuk program mengentaskan kemiskinan.
“Ada beberapa rekomendasi yang sudah dirumuskan untuk menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Aceh Tengah,” ujar Yahya dalam siaran pers yang diterima Jumat, 25 Desember 2015.
Rekomendasi tersebut menurut Yahya dirumuskan dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara pada Selasa, 22 Desember lalu dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait, BPS dan unsur perbankan.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati dalam kapasitas sebagai ketua tim penanggulangan kemiskinan juga menyampaikan materi terkait efektivitas anggaran 2015 untuk penanggulangan kemiskinan.
Yahya menyebutkan rekomendasi yang akan dijalankan dimulai dengan penggunaan anggaran pada SKPK yang lebih fokus untuk penurunan tingkat kemiskinan.
Berikutnya, kelompok tani yang berada di bawah binaan SKPK terkait harus diupayakan untuk mendapat akses pendanaan dari berbagai sumber, seperti dari BUMN dan perbankan.
“Perbankan juga diharapkan membuat kebijakan yang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan, sehingga tidak hanya menjalankan bisnis tapi juga harus ada misi sosial,” kata Yahya.
Peran BPS juga menjadi poin rekomendasi, khususnya berkaitan dengan kegiatan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan pada tahun 2016 mendatang.
Menurut Yahya, sensus harus dilakukan objektif dan mampu menunjukkan atau menentukan warga miskin dengan prinsip by name by address, sehingga data di lapangan tersebut nantinya sangat berguna untuk mengarahkan kebijakan pengentasan kemiskinan dengan tepat sasaran.
“Melalui beberapa rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kemiskinan di Aceh Tengah,” kata Yahya.[] (ihn)