TERKINI
HEALTH

Ini Beberapa Hal yang ‘Dicabut’ Allah Usai Rasulullah Wafat

IDI RAYEK - Suatu ketika, Rasullullah bersabda pada sahabat. "Wahai, sahabat, ketahuilah kalian setelah aku tiada, Allah akan mencabut dari umatku dari sekalian daripadanya. Lalu…

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 7.2K×

IDI RAYEK – Suatu ketika, Rasullullah bersabda pada sahabat. “Wahai, sahabat, ketahuilah kalian setelah aku tiada, Allah akan mencabut dari umatku dari sekalian daripadanya. Lalu sahabat bertaya, apa itu ya Rasul?” Dan Rasul menjawab salah satu di antaranya adalah kasih sayang antara manusia.

Cerita di atas merupakan penggalan dari isi khutbah salat Idul Fitri yang disampaikan Teungku Aqli di Masjid Baitulmukarramah Gampông Pucoek Alue Sa, Simpang Ulim, Aceh Timur, Minggu, 25 Juni 2017.

Makajih jinoe takalon aneuk poh ayah, ayah poh aneuk, dan sebagainya (makanya sekarang kita lihat anak pukul ayah, ayah pukul anak, dan sebagainya),” kata Teungku Aqli.

Lebih lanjut pimpinan pesantren Raudhatul Muta'alimin, Kecamatan Pante Bidari itu menjelaskan, pasca wafatnya Rasulullah, selain dicabutnya oleh Allah rasa kasih sayang antar sesama, Allah juga mencabut keberkatan rizki, keadilan pada pemimpin, sabar pada si miskin, dan marwah pada orang terhormat.

Selain itu Allah juga memerintahkan pada malaikat Jibril untuk menarik Alquran dan iman pada manusia.
“Alquran sudah tidak lagi jadi pedoman, itu artinya dicabut Alquran. Begitupun dengan iman, umat muslim dewasa ini sudah banyak yang tidak menghiraukan keselamatan imannya demi mendapat sesuatu hal yang diinginkan oleh nafsu mereka,” kata Teungku Aqli yang akrab disapa Abi Pante Rambong itu.

Wajib Fitrah

Selain itu, dalam kesempatan khutbah singkat Idul Fitri itu, Teungku Aqli juga menyentil persoalan wajib fitrah dalam Islam. Menurutnya, seseorang muslim diwajibkan membayar fitrah ketika ia sudah melewati masa hidup pada bulan Ramadan dan memasuki Syawal. Begitupun dengan seorang bayi yang baru lahir di ujung Ramadhan, juga diwajibkan membayar fitrah.

Kendatipun, seorang muslim gugur dari kewajiban membayar fitrah, jika ia tidak melewati masa hidupnya pada bulan Ramadan dan memasuki Syawal.

“Jika seorang muslim meninggal di akhir Ramadan, berarti ia tidak wajib membayar fitrah,” ujarnya.

Terlebih sebutnya, zakat fitrah merupakan cara seorang muslim menyucikan bathiniahnya. Di samping itu kata dia, bagi seorang muslim yang membayar zakat fitrah maka diharamkan tubuhnya dari api neraka. Mereka yang membayar zakat fitrah, juga dijauhkan dari azab kubur. Selain itu, seorang muslim yang melunasi zakat fitrah, kelak di sirathal mustaqim, ia juga akan melewatinya dengan mulus dan segala kekurangan yang dapat membaalkan pahala puasa akan tertutupi dengan membayar zakat fitrah.

“Yang penting untuk kita ingat, tanpa membayar zakat fitrah, maka puasa seorang muslim akan mengambang dan tidak sampailah kepada Allah,” kata Teungku Aqli.

Di samping itu, ia menjelaskan, ada tiga penghuni neraka di akhirat kelak. Mereka adalah orang yang tidak puasa, orang durhaka dan orang yang mendengar nama Rasulullah tidak mengucapkan salam.

“Nyan Malaikat Jibril meudo'a dan geuaminkan le Rasulullah wate bak saboh uroe Rasul geuenuk khutbah,” katanya.[]

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar