TERKINI
NEWS

Ini Alasan ”Pohon Kohler” di Masjid Raya Baiturrahman Ditebang

Dia mengatakan ada juga beberapa tanaman lain yang masuk kawasan proyek yang diselamatkan atau dipindahkan

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4.7K×

BANDA ACEH – Pohon geulumpang (Aceh) atau sterculia foetida (latin) yang berada di halaman depan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh ditebang oleh pihak kontraktor yang melaksanakan proyek perluasan masjid tersebut. Hal ini banyak menuai kecaman dari masyarakat luas yang dinilai telah menghilangkan bukti sejarah.

Namun Kepala Bidang Program Perencanaan dan Evaluasi, Dinas Cipta Karya Aceh, Ir. Khalidin, mengatakan penebangan pohon tersebut memang harus dilakukan. Pasalnya pohon sterculia foetida ini berada dalam area pengerjaan proyek.

Khalidin mengatakan sebelum proyek dilaksanakan, keberlangsungan tanaman di halaman MRB sudah dibicarakan. Jika proyek ini selesai, kawasan tersebut akan tetap dijaga dan dilakukan penghijauan. “Ini sudah pernah kita sampaikan (bicarakan),” katanya melalui sambungan telepon kepada portalsatu.com, Minggu, 22 November 2015.

Dia mengatakan ada juga beberapa tanaman lain yang masuk kawasan proyek yang diselamatkan atau dipindahkan. Pohon-pohon tersebut nantinya akan disemai kembali seperti pohon kurma, rumput, dan tanaman hias.

Sedangkan untuk monumen Kohler, gapura dan pintu gerbang di sisi utara, selatan dan yang di tengah halaman, akan tetap dipertahankan. Pasalnya merupakan bagunan heritage yang usiannya sudah 50 tahun.

“Monumen Kohler telah dicatat titik koordinatnya. Setelah proyek ini selesai, diletakkan kembali lagi pada tempat semula. Tapi untuk sementara, kalau pengerjaan proyek sampai ke monumen itu, kita geser dulu. Kalau sudah selesai kita taruh lagi di tempat semula,” katanya.

Dia mengatakan semua bukti sejarah yang ada di halaman MRB akan tetap diamankan dan dijaga. Ini dilakukan supaya tetap utuh dan tetap berada pada posisinya. 

“Itu heritage yang harus tetap kita jaga, sebagai bukti bahwa orang tua (pendahulu) kita sudah melakukan ini. Dan masih bisa dilihat seperti sediakala,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, pengerjaan proyek perluasan MRB yang dilakukan pihak kontraktor masih berjalan sesuai dengan perjanjian awal. “Iya lah (masih), itu harus tetap dijaga. Mana berani mereka melakukannya di luar perjanjian,” katanya.

Artinya, kata dia, apa yang dikerjakan ini demi kepentingan bersama sesuai dengan perkembangan. 

“Ini semua akan memberikan kenyamanan dan keamanan,” katanya.

Artinya kita berusaha lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap masyarakat harus memaklumi keadaan dan mengerti karena dalam pengerjaan sesuatu pasti ada gangguan. 

“Mohon maaf lah kepada masyarakat kota, karena memang dalam pengerjaan pasti ada sedikit gangguan,” katanya.[]

Laporan: Murti Ali Lingga

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar