BANDA ACEH – Aliansi Solidaritas Peduli Simeulue (SOLUSI) melancarkan aksi terkait dengan rencana pemerintah akan melakukan program transmigrasi ke daerah tersebut. Aksi yang dilakukan sejak pagi di kantor Gubernur Aceh berlanjut ke DPRA ini melahirkan enam tuntutan, Selasa, 22 Desember 2015 .
Pertama, mereka menolak secara tegas program transmigrasi di kabupaten Simeulue. Kedua, menyayangkan sikap bupati Simeulue yang menyetujui program transmigrasi yang dinilai tak pro rakyat dan merugikan rakyat secara keseluruhan.
Ketiga, mendesak pemerintah Kabupaten Simeulue untuk membatalkan semua rencana kerja dan program terkait program transmigrasi di daerah tersebut.
Keempat, meminta Gubernur Aceh dan DPRA untuk meninjau ulang program transmigrasi di daerah Simeulue. Kelima, mengimbau kepada seluruh masyarakat Simeulur untuk bersatu dan melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Keenam, apabila tuntutan massa tak digubris maka kantor Gubernur dan DPRA akan didatangi massa yang lebih banyak.
Nirwan, salah seorang demostran mengaku aksi ini dilakukan untuk menuntut kebijakan pemerintah yang harus pro rakyat. Menurutnya program transmigrasi yang turut menjamah hutan di Aceh dapat merusak alam.
“Jika hutan digundulkan untuk dibagi bagi maka itu bisa mendatangkan bencana alam, itu salah satu yang menjadi pertimbang kami,” katanya.[](bna)