Oleh Taufik Sentana*
Sesekali waktu tentu pernah terngiang sesuatu yang “kuat” di benak kita untuk diungkapkan dan disampaikan dengan tulisan, namun kita merasakan hambatan hambatan tertentu. Apalagi bila kita menyengaja “datangnya” ide menulis itu, tentu lebih membutuhkan energi untuk mengeksplor dan menuntaskannya menjadi tulisan yang bermakna. Menulis cepat dapat menjadi jalan untuk mewujudkan gambar mental dan konsep yang ada di kepala kita.
Menulis dengan cepat sering disebut free wreating. Yaitu kemampuan mengungkapkan gagasan seketika dan secepat mungkin dalam bentuk tulisan.
Sebagian orang mungkin menulis kapan dia suka, tentang apa saja tanpa berdasarkan cepat atau lambatnya tulisan itu selesai. Tapi para pakar menulis selalu mengusulkan agar anda memiliki slot waktu untuk menulis, walau hanya sebaris kalimat, agar “syaraf” menulis kita akan terus aktif. Ini berbeda maknanya dengan menulis lintasan di status WA atau wall FB.
Sejalan dengan maksudnya, menulis cepat membutuhkan konsentrasi penuh dan kedalaman terhadap materi yang diangkat. Dalam praktiknya, menulis cepat menghindari editing saat menulis, editing dilakukan ketika semua yang kita maksud telah dituliskan, termasuk referensi dan varian lainnya.