BIREUEN – Menjelang berakhirnya imtuhan (ujian) semester pertama, santriwati aliyah dayah Putri Muslimat Samalanga melakukan wisata rohani.
Perjalanan yang dibingkai dalam bentuk wisata ini bagian dari pendidikan ekstrakurikuler dan implementasi para pelajar untuk lebih peka dengan alam, masyarakat dan musibah, serta pendidikan. Sehingga yang didapatkan para santri bukan hanya teori saja.
Para pelajar kita didik untuk merasakan dan berbuat secara direct (langsung) dengan musibah dan kegiatan sosial keagamaan atau lainnya yang terjadi dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya teori yang mereka mempelajarinya di balee beut (ruang belajar), ujar Teungku Khairatun Nisa el-Wahady, salah seorang dewan guru dayah Putri Muslimat Samalanga.