TERKINI
TAK BERKATEGORI

IKAMBA Kecam Kontestan Mengatasnamakan Aceh pada Miss Indonesia 2016

BANDA ACEH - Ketua Umum Paguyuban Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA), Rachmad Muchliyan menyebut kemunculan Flavia Celly Jatmiko sebagai kontestan yang mengatasnamakan Aceh pada…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 955×

BANDA ACEH – Ketua Umum Paguyuban Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA), Rachmad Muchliyan menyebut kemunculan Flavia Celly Jatmiko sebagai kontestan yang mengatasnamakan Aceh pada ajang Miss Indonesia 2016 telah menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat Aceh.  

Pasalnya, kata Rachmad, masyarakat Aceh tidak terima Flavia mengatasnamakan Aceh. Wanita itu dinilai tidak memiliki latar belakang keacehan serta telah menghilangkan nilai-nilai syariah dalam mewakili Aceh yang notabenenya adalah negeri syariat Islam.

“Jadi yang bersangkutan belum pantas untuk mewakili Aceh karena tidak paham tentang nilai-nilai keacehan,” kata Rachmad melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Jumat, 26 Februari 2016.

IKAMBA mengapresiasi sikap Pemerintah Aceh yang secara resmi tidak merekomendasikan keterwakilan Flavia sebagai kontestan dari Aceh dan menolak mengirim perwakilan ke ajang tersebut karena tidak sesuai dengan nilai-nilai keacehan.

“Kami mengecam tindakan sepihak dari pihak panitia penyelenggara yang telah melibatkan Flavia Celly Jatmiko untuk mewakili Aceh dalam ajang tersebut,” ujar Rachmad.

Rachmad mengingatkan agar tahun depan tidak terulang lagi kejadian seperti dua tahun belakangan ini. “Bagi saya tidak masalah ketika Aceh mengirimkan perwakilannya dalam mengikuti ajang seperti itu karena melalui ajang ini kita juga dapat mempromosikan budaya, objek wisata, dan identitas kita. Namun, setiap perwakilan dari Aceh harus betul-betul menjaga identitas kita sebagai daerah syariat, dan memiliki nilai keacehan yang tinggi,” katanya.

Karena itu, kata Rachmad, perwakilan Aceh yang akan dikirimkan pada ajang-ajang seperti itu harus terlebih dahulu diseleksi oleh Aceh sendiri melalui pihak terkait sesuai dengan indikator syarat yang akan ditentukan. Ini penting, kata dia, agar perwakilan Aceh yang dikirimkan terlebih dahulu mengetahui dan memahami arti dari nilai-nilai keacehan dan menjaga nama baik Aceh.[] (rel/*sar)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar