BERBAHAGIALAH kita yang saat ini masih memiliki ibu. Ibu adalah sosok yang selalu memberikan kedamaian dalam hidup. Kasih sayangnya tak pernah pupus dimakan waktu. Menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan yang tak terkira. Kita akan bisa merasakan bagaimana cinta dan sayangnya kita terhadap buah hati kita pada saat kita menjadi seorang ibu.
Karena itu sudah sewajarnya dan seharusnya kita membalas semua kasih sayangnya dengan selalu membahagiakannya selama sisa hidupnya. Kita ingin agar orang yang telah membesarkan kita dengan keringat dan airmatanya, di masa tuanya bisa merasakan ketentraman dan kedamaian. Hanya satu kebahagiaannya, ia ingin melihat buah hatinya tumbuh dewasa dan hidup bahagia. Ia pun ingin melihat tumbuh kembang cucunya dengan sejuta harapan bahwa mereka mampu menjadi penerus generasi orangtua mereka.
Mungkin di antara kita pernah ada menyaksikan seorang nenek yang sedang menggendong cucunya. Nenek yang tampak letih itu dengan senyum mengembang tanpa kenal lelah mengasuh si kecil dengan penuh kesabaran. Terkadang ia mengajak main si kecil, menyuapi si kecil makan, memandikannya atau meninabobokan cucunya dengan penuh kasih sayang. Semua yang dilakukannya sungguh tanpa pamrih.
Sementara ibu dari bayi mungil itu tengah sibuk dan berkutat dengan pekerjaannya di kantor atau sedang berada di luar rumah. Bahkan mungkin hampir seharian. Bisa kita bayangkan betapa lelahnya tubuh renta itu mengasuh cucunya di rumah sambil menantikan kehadiran anak atau ibu dari cucunya itu pulang.
Terkadang himpitan dan tuntutan ekonomi membuat kita merasa berat untuk menghadirkan seorang baby sitter atau Pembantu Rumah Tangga (PRT) untuk menjaga dan mengasuh buah hati kita selama kita beraktifitas di luar rumah. Idealnya, kehadiran nenek atau ibu kita adalah hanya sebagai pengawas bagi babysitter atau PRT tersebut dalam menjaga dan mengasuh cucunya atau buah hati kita.
Mungkin di antara kita juga memiliki pertimbangan lain. Bukan masalah materi atau kemampuan dalam menggaji baby sitter atau PRT, namun lebih kepada rasa kepercayaan dan kenyamanan. Kita merasa bahwa buah hati kita akan lebih aman bila diasuh sendiri oleh neneknya ketimbang oleh Babysitter atau PRT.
Melihat kenyataan tersebut, mungkin bagi sebagian orang menganggap hal itu sudah biasa bila nenek begitu menyayangi cucunya. Namun terkadang kita lupa akan satu hal. Ketika kita telah berumah tangga dan memiliki keluarga kecil. Ada suami dan anak-anak yang lucu dan sehat, namun peran ibu kita masih terus berjalan dalam kehidupan kita.
Kita lupa bahwa ibu kita sudah saatnya duduk manis dan hanya menyaksikan perkembangan cucunya. Ingatlah, tubuh tua itu telah letih sekian lama membesarkan kita hingga akhirnya kita memiliki kehidupan sendiri. Mungkin kita lupa bagaimana memperlakukan ibu sebagaimana mestinya. Ibu kita hanya seorang yang telah lanjut usia. Bukan masanya lagi baginya untuk mengurus dan mengasuh bayi/anak kecil.