Melahirkan di tanggal tertentu, misalnya tepat saat pergantian tahun, kadangkala menjadi dambaan seorang ibu. Tujuan utamanya agar tanggal tersebut identik dengan sang buah hati. Namun,…
Melahirkan di tanggal tertentu, misalnya tepat saat pergantian tahun, kadangkala menjadi dambaan seorang ibu. Tujuan utamanya agar tanggal tersebut identik dengan sang buah hati. Namun, tujuan seorang ibu asal Fujian, China, ini cukup berbeda.
Wanita bernama Yang itu memaksakan diri agar bayinya lahir tepat saat pergantian tahun 2016 untuk menghindari bayar denda. Usut punya usut, pemerintah China ternyata melonggarkan aturan 'satu keluarga satu anak' mulai 1 Januari tahun ini.
Dalam kebijakan baru, Yang tidak diwajibkan membayar denda senilai 80 ribu Yuan (setara dengan Rp 9,1 juta) seperti yang tertuang dalam kebijakan lama. Bayi perempuan beruntung itu diberi nama Bawan.
“Anak saya diperkirakan lahir akhir Desember, saya mulai mengalami kontraksi sejak siang pada tanggal 27 desember. Namun saya berusaha untuk terus melawan hal tersebut,” kata Yang dengan tangis bahagia, seperti dikutip dari laman CCTV News, Minggu (3/1).
“Bayi yang dilahirkannya sangat cantik, dia menyelamatkan ayah si bayi dari denda bernominal besar,” kata sang nenek.
Bawan dalam bahasa China artinya 80 ribu yuan, dan nama tersebutlah yang akhirnya dipilihkan oleh sang nenek untuk cucunya.
Dalam keterangan Otoritas Provinsi Fujian, semua pasangan diperbolehkan untuk memiliki anak lebih dari satu setelah tanggal 31 Desember 2015. Proses pengisian formulir bagi anak kedua juga telah dibuat lebih praktis. Cerita seperti Yang banyak terjadi di seantero Negeri Tirai Bambu.
Kendati demikian, tidak semua keluarga seberuntung Yang. Ada cerita dari Wu Mei, ibu lainnya, yang harus merelakan membayar denda lantaran melahirkan anak ke duanya pada malam 31 Desember. Meski berjarak hanya beberapa jam dari pergantian tahun, sayangnya kelahiran anak kedua Wu masih terikat kebijakan lama pemerintah China.[] Sumber: merdeka.com